Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Kimia Farma Sebut Vaksin dari Luar Tak Perlu Uji Klinis di Indonesia

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:39 WIB

Kimia Farma Sebut Vaksin dari Luar Tak Perlu Uji Klinis di Indonesia

Ilustrasi vaksin Covid-19 Rusia Sputnik-V. Foto-AFP via Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – PT Kimia Farma (Persero) menyebut vaksin Covid-19 hasil kerja sama dari pihak luar negeri seperti dari G42 asal Uni Emirat Arab (UEA) dan Sinopharm dari China tak perlu lagi diuji coba di Tanah Air.

Vaksin Covid-19 langsung bisa disuntikan kepada masyarakat Indonesia karena sudah dilakukan uji klinis di UEA.

Dilansir Republika.co.id, General Manager Pengembangan Bisnis Kimia Farma Wisnu Sucahyo mengatakan hal ini lantaran vaksin G42 dan Sinopham sudah melalui uji klinis tahap III di UEA.

“Uji trial (klinis) tidak perlu lagi karena vaksin yang akan diproses Kimia Farma merupakan vaksin jenis produk jadi,” ujar Wisnu dalam Webinar Ngobrol Pagi Seputar BUMN bertajuk “Kontribusi BUMN Farmasi Mengatasi Pandemi Covid-19” di Jakarta, Kamis (15/10).

Wisnu mengatakan uji klinis yang dilakukan di UEA juga telah dilakukan terhadap 45 ribu orang dengan 87 ras. Hal ini menjadi penguat bahwa vaksin tersebut cocok juga diaplikasikan di Indonesia.

“Jadi ketika impor (vaksin jadi) tidak perlu uji klinis,” ucap Wisnu.

Wisnu menilai hal ini berbeda apabila vaksin yang diimpor masih dalam bentuk bulk yang harus melewati proses uji klinis di Indonesia.

Kimia Farma sendiri sudah melakukan nota kesepahaman dengan G42 untuk mendapatkan 10 juta dosis vaksin dalam bentuk produk jadi pada Desember 2020. Selain 10 juta dosis pada 2021, G42 berkomitmen memberikan suplai sebanyak 50 juta dosis sehingga dari G42 akan mendapatkan total 60 juta dosis.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Hipmi: Tugas Berat Bahlil Kalahkan Investasi Vietnam
apahabar.com

Nasional

Antisipasi Unjuk Rasa di Istana Merdeka, Hari Ini TransJakarta Hentikan Operasional
apahabar.com

Nasional

Wiranto Apresiasi Rencana HPN 2020 di Papua
apahabar.com

Nasional

Temukan Uang di Laci Menteri Agama, KPK Usut dari Mana Asalnya
apahabar.com

Nasional

2.000 Atlet Ikuti Kejurnas Pencak Silat JSOC 2019
apahabar.com

Nasional

Dua Tersangka Penyerang Novel Baswedan Tiba di Bareskrim
apahabar.com

Nasional

Ramai-Ramai Pasang Plang di Kaltim, Calon Ibu Kota RI
apahabar.com

Nasional

Viral Bayi Jokowi Amin, Sempat Lemah Setelah LahirĀ 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com