Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

KLHK: Pemulihan Ekosistem Gambut Jadi Syarat Utama Pengembangan Program Pangan di Kalteng

- Apahabar.com Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:46 WIB

KLHK: Pemulihan Ekosistem Gambut Jadi Syarat Utama Pengembangan Program Pangan di Kalteng

Ilustrasi lahan gambut. Foto-Kompas.com/Bambang P Jatmiko

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan pemulihan ekosistem gambut menjadi syarat utama pengembangan program pangan di lahan eks proyek lahan gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Gambut yang sudah dipulihkan akan memberikan dampak ketersediaan air, dan menurunnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut, yang selama ini secara berulang terus terjadi,” kata Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, M.R. Karliansyah dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Antara, Minggu (25/10).

Karliansyah menuturkan pemulihan ekosistem gambut itu dilaksanakan antara lain dengan pembasahan kembali lahan gambutnya dengan perbaikan tata kelola air (rewetting), dan penanaman kembali dengan tanaman-tanaman endemik (rehabilitasi dan revegetasi).

Upaya lainnya, sebut Karliansyah adalah peningkatan perekonomian masyarakat untuk dapat secara mandiri berpartisipasi dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Mendukung hal tersebut, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) bersama dengan Universitas Palangkaraya dan Universitas Lambung Mangkurat menyelenggarakan kegiatan “Pembinaan Teknis: Perencanaan, Pelaksanaan Dan Pengawasan Pembangunan Sekat Kanal Untuk Pemulihan Ekosistem Gambut di Areal Eks PLG Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Pangan Nasional” di Palangkaraya, Jumat (23/10).

Dalam acara itu, Karliansyah mengatakan pembangunan sekat kanal di eks PLG merupakan upaya untuk pemulihan dan reposisi ekosistem gambut untuk mengurangi potensi kebakaran hutan.

Pembangunan sekat kanal yang akan dilaksanakan secara serentak pada areal yang rusak sangat berat, dan rusak berat di Blok A, B, C, D, dan E, merupakan bagian dari upaya pemulihan, dan reposisi ekosistem gambut di eks PLG.

Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi potensi kebakaran, dan mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Pada tahap pertama, pembangunan sekat kanal akan dilaksanakan di Blok A dengan jumlah sekat kanal sebanyak 115 unit, dengan lebar kanal antara tiga meter sampai dengan 16 meter.

Sedangkan pada tahap Kedua, akan dilaksanakan pembangunan sekat kanal sebanyak 575 unit di Blok B, C, D, E, tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, yang akan dimulai pada November 2020.

Kegiatan pembinaan teknis tersebut dihadiri oleh pelaksana pembangunan sekat kanal, calon pengawas pelaksanaan pembangunan sekat kanal, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten, serta tim internal Direktorat Jenderal PPKL.

Pelaksanaan kegiatan pembinaan teknis itu bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada pihak perencana, pelaksana pembangunan, dan pengawas tentang teknis pembangunan sekat kanal mulai dari tahapan perencanaan, persiapan, detail tahapan pembangunan, tata cara pemantauan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan.

Dengan kesamaan persepsi antara perencana yang saat ini dibantu oleh Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya, kontraktor pelaksana, dan pengawas baik dari Universitas Lambung Mangkurat dan Tim Direktorat Jenderal PPKL serta dinas terkait di provinsi dan kabupaten setempat, diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan pembangunan sekat kanal yang efektif, efisien dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, perbaikan tata kelola air pada ekosistem gambut di eks PLG dapat dicapai.

“Setiap kegiatan yang dimulai dengan pembinaan teknis ini, kemudian pelaksanaan pembangunan sekat kanal, pemantauan, dan pengawasannya, agar selalu menerapkan protokol Covid,” ujar Karliansyah.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

AJI Kecam Kesewenang-wenangan Perusahaan Media di Tengah Pandemi

Nasional

Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jenazah Jakob Oetama Tiba di Gedung Kompas Gramedia untuk Penghormatan Terakhir
apahabar.com

Nasional

Rusuh Jakarta Semalam, Anies: Ratusan Luka, 6 Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Viral Emak Ngamuk karena Motornya Diangkut, Nah Dishub Sudah Benar atau Malah Bikin Salah?
apahabar.com

Nasional

Diminta Jadi Panelis Debat Capres, KPK Belum Ambil Sikap
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Detik-detik Syekh Ali Jaber ditusuk Orang Tak Dikenal Di Masjid Di Bandar Lampung
apahabar.com

Nasional

Survei PRC dan PPI: 61,4 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma’ruf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com