Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Kolaborasi Pemprov Kalsel dan BI, Geliatkan Pertumbuhan Ekonomi Banua

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:08 WIB

Kolaborasi Pemprov Kalsel dan BI, Geliatkan Pertumbuhan Ekonomi Banua

Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan membuka high level meeting dan rapat koordinasi daerah semester II bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Idham Chalid Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,3 persen pada September 2020.

Untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, Pemprov berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) wilayah Kalsel dalam menjaga stabilitas inflasi dan kelancaran distribusi di masa pandemi.

“Hari ini kita laksanakan rapat koordinasi antara tim TPID Kalsel dan Kabupaten/Kota untuk mengharmonisasi berbagai kebijakan, menyamakan persepsi dan langkah yang diambil untuk mengendalikan inflasi, ” ucap Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan usai membuka high level meeting dan rapat koordinasi daerah semester II bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Selasa (13/10) pagi.

Pada triwulan sebelumnya, perekonomian Kalsel mengalami kontraksi sebesar minus 2,61 persen. Dia berharap melalui rakor ini, inflasi dapat terkendali pada akhir tahun nanti.

“Kita menginginkan kepala daerah bisa memahami pentingnya pengendalian inflasi di daerah masing-masing. Jangan sampai mengganggu stabilitas, sehingga jelas langkah-langkah strategis untuk mengatasi atau mencari solusinya, ” terang Rudy

Diprediksikan, pada semester triwulan ke 3 nanti, Kalsel masih terkontraksi minus antara 0,6 sampai 1,1. “Karena belum dirilis, mungkin angkanya sekitar itu, ” sebutnya

Untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi, BI Kalsel akan memetakan sektor-sektor yang terdampak terhadap Covid-19. Pada sektor yang bertahan diharap mampu meningkatkan daya ungkit masyarakat.

“Kita lihat lagi proyek mana yang tertunda tapi dampak Covid-19 tidak rendah. Misalnya sektor pertanian atau pembangunan. Sekarang sudah mulai lagi, ” kata KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring menambahkan.

Namun diakuinya, seluruh sektor merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Khususnya sektor perekonomian seperti perdagangan, restoran atau perhotelan.
“Tapi kita bersyukur pemulihan mereka sudah mulai bagus. Sekarang mulai ada peningkatan harga, ” imbuhnya

Meski aktivitas belum pulih sempurna, dia menyebut deflasi tidak berdampak baik di sektor perekonomian.

“Daya beli masyarakat rendah, sisi produsen juga tidak semangat untuk berproduksi. Karena harganya mahal, ” pungkas Amanlison

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gelar Pasar Murah Jelang HUT Kodim 1007
apahabar.com

Kalsel

KPU Tapin Garansi 469 Petugas PPDP Bebas Covid-19 Saat Coklik
apahabar.com

Kalsel

Memuaskan, Panen Perdana Jagung Hibrida di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Distribusi Hewan Kurban Lambat, RPH Banjarmasin Terancam Rugi
Jumlah ODP Naik, Kotabaru Sulap Rusunawa Jadi Ruang Isolasi

Kalsel

Jumlah ODP Naik, Kotabaru Sulap Rusunawa Jadi Ruang Isolasi
apahabar.com

Hukum

Polisi Beberkan Kasus Paling Menonjol Selama Pandemi di Banjar
apahabar.com

Kalsel

Terpapar Asap Pembakaran, Warga Minta RSUD Abdul Aziz Tanggung Jawab
apahabar.com

Kalsel

Sosok Ani Yudhoyono di Mata Paman Birin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com