Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Kolaborasi Pemprov Kalsel dan BI, Geliatkan Pertumbuhan Ekonomi Banua

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:08 WIB

Kolaborasi Pemprov Kalsel dan BI, Geliatkan Pertumbuhan Ekonomi Banua

Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan membuka high level meeting dan rapat koordinasi daerah semester II bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Idham Chalid Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,3 persen pada September 2020.

Untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, Pemprov berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) wilayah Kalsel dalam menjaga stabilitas inflasi dan kelancaran distribusi di masa pandemi.

“Hari ini kita laksanakan rapat koordinasi antara tim TPID Kalsel dan Kabupaten/Kota untuk mengharmonisasi berbagai kebijakan, menyamakan persepsi dan langkah yang diambil untuk mengendalikan inflasi, ” ucap Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan usai membuka high level meeting dan rapat koordinasi daerah semester II bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Selasa (13/10) pagi.

Pada triwulan sebelumnya, perekonomian Kalsel mengalami kontraksi sebesar minus 2,61 persen. Dia berharap melalui rakor ini, inflasi dapat terkendali pada akhir tahun nanti.

“Kita menginginkan kepala daerah bisa memahami pentingnya pengendalian inflasi di daerah masing-masing. Jangan sampai mengganggu stabilitas, sehingga jelas langkah-langkah strategis untuk mengatasi atau mencari solusinya, ” terang Rudy

Diprediksikan, pada semester triwulan ke 3 nanti, Kalsel masih terkontraksi minus antara 0,6 sampai 1,1. “Karena belum dirilis, mungkin angkanya sekitar itu, ” sebutnya

Untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi, BI Kalsel akan memetakan sektor-sektor yang terdampak terhadap Covid-19. Pada sektor yang bertahan diharap mampu meningkatkan daya ungkit masyarakat.

“Kita lihat lagi proyek mana yang tertunda tapi dampak Covid-19 tidak rendah. Misalnya sektor pertanian atau pembangunan. Sekarang sudah mulai lagi, ” kata KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring menambahkan.

Namun diakuinya, seluruh sektor merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Khususnya sektor perekonomian seperti perdagangan, restoran atau perhotelan.
“Tapi kita bersyukur pemulihan mereka sudah mulai bagus. Sekarang mulai ada peningkatan harga, ” imbuhnya

Meski aktivitas belum pulih sempurna, dia menyebut deflasi tidak berdampak baik di sektor perekonomian.

“Daya beli masyarakat rendah, sisi produsen juga tidak semangat untuk berproduksi. Karena harganya mahal, ” pungkas Amanlison

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama PSBB, Golkar Kalsel Berbagi Sembako
apahabar.com

Kalsel

Eksekusi 8 Bangunan di Area RSUD Sultan Suriansyah Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Wahyu Bangga Desa Batulicin Irigasi Ikut Peringati Detik-Detik Proklamasi
apahabar.com

Kalsel

Bantah Positif Covid-19, Andin Beberkan Surat RSUD Ulin Tanpa Tandatangan
Birin

Kalsel

Absen di Mata Najwa, Ke Mana Paman Birin?
apahabar.com

Kalsel

Guiding Blocks Dipasang Keliru pada Trotoar di Banjarmasin, Ketua PPDI: Ini Bahaya!
apahabar.com

Kalsel

Satpolairud Polres Batola Terapkan Pedoman Pembatasan Kegiatan pada Warga
apahabar.com

Kalsel

Cerita Mistis Dibalik Pengangkatan Meriam Belanda di Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com