Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit

Komisi I DPR Menyayangkan Adanya Penolakan Kunjungan Menhan Prabowo ke AS

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 21:34 WIB

Komisi I DPR Menyayangkan Adanya Penolakan Kunjungan Menhan Prabowo ke AS

Menhan Prabowo Subianto. Foto-Detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha menyayangkan adanya penolakan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) atas kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS).

Menurut Syaifullah, tidak pada tempatnya sejumlah pegiat HAM di AS untuk menolak Menhan RI, sebab jika terjadi kesepakatan kerja sama bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), maka senjata tersebut tidak akan digunakan militer Indonesia untuk melakukan pelanggaran HAM.

“Rencana kunjungan Menhan Prabowo ke Amerika Serikat merupakan kunjungan resmi kenegaraan atas undangan Menteri Pertahanan AS. Kehadiran Menhan RI ke AS sangat dibutuhkan oleh kedua negara, terutama untuk kerja sama di bidang alutsista,” kata Tamliha dalam keterangannya, di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Kamis (15/10).

Menurut Tamliha, AS sebagai salah satu produsen alutsista memang sedang membutuhkan Indonesia, karena selama ini membeli alutsista dari negara kawasan Eropa dan Rusia.

Dia mengatakan, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif membutuhkan keseimbangan pembelian dan investasi alutsista dengan AS.

Tamliha mengatakan, UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI lebih menjadikan TNI hanya berkutat di bidang pertahanan, sementara tugas keamanan ABRI di era Orde Baru telah diberikan kepada kepolisian.

“Saya yakin AS membutuhkan Indonesia dalam kerja sama Indo-Pasifik, terutama mengantisipasi manuver Tiongkok di Laut Cina Selatan,” ujarnya lagi.

Menurut dia, Indonesia memiliki daya tawar yang tinggi dalam konflik di Laut China Selatan, karena negara sekutu AS, yakni Filipina dan Australia bisa terancam.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erupsi Gunung Merapi Masih Didominasi Gas
apahabar.com

Nasional

Kapok Lantaran Pernah Tak Hadir di HPN, Jokowi: Saya Pergi yang Ngejar Pers
apahabar.com

Nasional

Festival KIE BKKBN Pecahkan MURI
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 62.138 dari 104.432 Pasien Positif Telah Sembuh

Nasional

Syekh Ali Jaber Diserang Orang Tak Dikenal Saat Isi Kajian di Lampung, Pelaku Dibekuk
apahabar.com

Nasional

Instagram Akhirnya Blokir Akun Komik Muslim Gay
apahabar.com

Nasional

Pipa Pertamina Terbakar, Satu Orang Dikabarkan Tewas
apahabar.com

Nasional

Menko Airlangga: New Normal Dilakukan Bertahap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com