Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras

Komisi III DPRD Tapin Sebut Sejumlah Pasar Tradisional di Rantau Kumuh

- Apahabar.com Jumat, 2 Oktober 2020 - 14:04 WIB

Komisi III DPRD Tapin Sebut Sejumlah Pasar Tradisional di Rantau Kumuh

Komisi III DPRD Tapin sebut Pasar Keraton Rantau kumuh. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Anggota Komisi III DPRD Tapin H Rian Jaya menyebut sejumlah pasar tradisional di Rantau, Kabupaten Tapin kumuh.

H Rian Jaya, mengatakan pasar tradisional di Kabupaten Tapin harusnya bisa Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kelas pasar tradisional.

Di Tapin ada 2 pasar besar, Pasar Keraton Rantau dan Pasar Raya Rantau. Keduanya dianggapnya masih belum sesuai SNI untuk pasar tradisional.

Ia mencontohkan pasar tradisional di Pasar Keraton Rantau di Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Tapin Utara yang diresmikan mantan Bupati Tapin, H Nurdin Idis Nurdin Halidi pada Tahun 2012 lalu. Rian Jaya menyebut masih sangat kumuh.

Rian Jaya mengatakan pemerintah melalui Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup harusnya mampu untuk merubah kesan kumuh dan becek di Pasar Keraton Rantau.

apahabar.com

Anggota Komisi III DPRD Tapin H Rian Jaya. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

“Standarisasi itu sejalan dengan revitalisasi program Kementerian Perdagangan RI, yang bukan sekadar membangun tapi menciptakan pasar bermutu,” ujarnya.

Harapan Rian pemerintah bisa membuat Pasar Keraton Rantau itu menjadi lebih baik, bersih, sehat, zonasi kios atau lapak pedagang, pengelolaan pasar yang profesional. Termasuk parkir hingga pengelolaan sampah.

“Saya rasa Pemerintah Kabupaten Tapin mampu untuk menciptakan pasar ber-SNI itu, untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Pasar Keraton Rantau harus dikaji lagi,” ujarnya.

Catatan Rian terkait Pasar Margasari, di Kecamatan Candi Laras Selatan, perlu segera dibenahi oleh pemerintah karena mengganggu pengguna jalan.

“Saya pernah lewat, saat pasar yang digelar setiap hari Senin itu di Margasari. Pedagang membuka lapak hingga memenuhi jalan,” ujarnya

Jalan itu menghubungkan Tapin dengan Batola yang dikenal dengan Jalan Sungai Puting.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Diklat Sakip Penting Guna Tingkatkan Nilai Sakip Pemprov Kalsel
apahabar.com

Kalsel

TMMD Effect, Prajurit Kodim 1007/Banjarmasin Bak Superhero
apahabar.com

Kalsel

Bandara Syamsudin Noor Dilirik Maskapai Internasional
Masyarakat Banua Harus Toleransi Terhadap Korban Meninggal Covid-19

Kalsel

Masyarakat Banua Harus Toleransi Terhadap Korban Meninggal Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin 2020: 4 Paslon Dilarang Gelar Keramaian, Apa Saja?
apahabar.com

Kalsel

Festival Durian Diserbu Masyarakat, Jalan Menuju Kiram Padat
apahabar.com

Kalsel

Pasca Penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Polres Kotabaru Tingkatkan Pengamanan
apahabar.com

Kalsel

Buru Voucher Senilai Rp10 Juta, Mahasiswa dan Pelajar Rela Antre di Gramedia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com