Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19

Komisi III DPRD Tapin Sebut Sejumlah Pasar Tradisional di Rantau Kumuh

- Apahabar.com Jumat, 2 Oktober 2020 - 14:04 WIB

Komisi III DPRD Tapin Sebut Sejumlah Pasar Tradisional di Rantau Kumuh

Komisi III DPRD Tapin sebut Pasar Keraton Rantau kumuh. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Anggota Komisi III DPRD Tapin H Rian Jaya menyebut sejumlah pasar tradisional di Rantau, Kabupaten Tapin kumuh.

H Rian Jaya, mengatakan pasar tradisional di Kabupaten Tapin harusnya bisa Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kelas pasar tradisional.

Di Tapin ada 2 pasar besar, Pasar Keraton Rantau dan Pasar Raya Rantau. Keduanya dianggapnya masih belum sesuai SNI untuk pasar tradisional.

Ia mencontohkan pasar tradisional di Pasar Keraton Rantau di Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Tapin Utara yang diresmikan mantan Bupati Tapin, H Nurdin Idis Nurdin Halidi pada Tahun 2012 lalu. Rian Jaya menyebut masih sangat kumuh.

Rian Jaya mengatakan pemerintah melalui Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup harusnya mampu untuk merubah kesan kumuh dan becek di Pasar Keraton Rantau.

apahabar.com

Anggota Komisi III DPRD Tapin H Rian Jaya. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

“Standarisasi itu sejalan dengan revitalisasi program Kementerian Perdagangan RI, yang bukan sekadar membangun tapi menciptakan pasar bermutu,” ujarnya.

Harapan Rian pemerintah bisa membuat Pasar Keraton Rantau itu menjadi lebih baik, bersih, sehat, zonasi kios atau lapak pedagang, pengelolaan pasar yang profesional. Termasuk parkir hingga pengelolaan sampah.

“Saya rasa Pemerintah Kabupaten Tapin mampu untuk menciptakan pasar ber-SNI itu, untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Pasar Keraton Rantau harus dikaji lagi,” ujarnya.

Catatan Rian terkait Pasar Margasari, di Kecamatan Candi Laras Selatan, perlu segera dibenahi oleh pemerintah karena mengganggu pengguna jalan.

“Saya pernah lewat, saat pasar yang digelar setiap hari Senin itu di Margasari. Pedagang membuka lapak hingga memenuhi jalan,” ujarnya

Jalan itu menghubungkan Tapin dengan Batola yang dikenal dengan Jalan Sungai Puting.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap..!! Distribusi Air Bersih di Banjarmasin Bakal Terganggu Lagi
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan, di Kotabaru Harga Beras Naik
apahabar.com

Kalsel

Pilgub Kalsel: Sultan Banjar Berebut Suara di Kandang Golkar
apahabar.com

Kalsel

Duta Mall Ditarget Sebulan Penuhi Syarat untuk Kantongi IMB Parkir  
apahabar.com

Kalsel

Momen Hari Anak, Forum Anak Batola Sampaikan Sejumlah Permintaan ke Bupati
Darurat Covid-19, Pintu Masuk ke Banjarmasin Diperketat

Kalsel

Darurat Covid-19, Pintu Masuk ke Banjarmasin Diperketat
apahabar.com

Kalsel

Berantas DBD, Usaha Dinkes HSS Belum Maksimal
apahabar.com

Kalsel

Akreditasi PAUD Kabupaten Banjar Lebihi Target
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com