VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Konfederasi Sarbumusi Upayakan Judical Review UU Cipta Kerja ke MK

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:19 WIB

Konfederasi Sarbumusi Upayakan Judical Review UU Cipta Kerja ke MK

Ilustrasi - Sejumlah elemen mahasiswa dan buruh melakukan unjuk rasa menolak pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU di Alun-alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (7/10). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) mengupayakan peninjauan ulang atau judicial review UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Akan melakukan gerakan konstitusional dengan mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi,” kata Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi, Syaiful Bahri Anshori dalam rilisnya yang diterima di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Sabtu (10/10).

Menurut dia, Sarbumusi mengambil langkah tersebut setelah melakukan kajian yang mendalam serta melakukan serangkaian diskusi dengan berbagai pihak.

“Serangkaian diskusi dengan berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu dan bidang, baik yang pro maupun kontra terhadap RUU ini,” kata Syaiful.

DPP Konfederasi Sarbumusi secara umum menilai RUU Cipta Kerja terlalu prematur dibahas dan disahkan menjadi undang-undang.

Syaiful melanjutkan Konfederasi Sarbumusi menolak UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan. Kendati demikian, tetap akan melakukan gerakan-gerakan yang bersifat konstitusional.

Ia menginstruksikan kepada seluruh basis mereka, baik tingkat pengurus wilayah (DPW), pengurus cabang (DPC), dan federasi untuk menyuarakan sikap organisasi dengan cara dan bentuk yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing tingkat kepengurusan.

“Kami selalu memegang prinsip-prinsip perjuangan buruh dan kemaslahatan masyarakat banyak,” ujar Syaiful.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi: Pastikan Apotek dan Toko Bahan Pokok Tetap Buka

Nasional

Presiden Jokowi: Pastikan Apotek dan Toko Bahan Pokok Tetap Buka
apahabar.com

Nasional

Berkah Haul Guru Sekumpul, Pertalite pun Digratiskan
apahabar.com

Nasional

Polisi Amankan 40 Terduga Preman Bandung
apahabar.com

Nasional

Jokowi Perintahkan 34 Gubernur Realisasikan Anggaran Belanja
apahabar.com

Nasional

IPC Bertekad Jadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia
apahabar.com

Nasional

IDI Kalsel Sesalkan Video Anji dan Hadi Pranoto Soal Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Selat Sunda Butuh Biskuit
apahabar.com

Nasional

Kontraksi Ekonomi karena Pandemi, Presiden Yakin Teratasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com