VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

KPAI: Pelaku Eksploitasi Anak dalam Demo UU Cipta Kerja Harus Diusut

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 20:35 WIB

KPAI: Pelaku Eksploitasi Anak dalam Demo UU Cipta Kerja Harus Diusut

Belasan pelajar dan anak putus sekolah dibawa ke markas Polres Kotawaringin Timur saat mereka hendak ikut demonstrasi bersama mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Sampit, Senin (12/10/2020). Foto-Antara/Norjani

apahabar.com, JAKARTA – Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, mengatakan pelaku yang mengeksploitasi anak dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja harus diusut dan diproses secara hukum.

“Hal ini penting untuk menjawab dugaan terdapat eksploitasi anak dalam aksi demonstrasi tersebut,” kata Jasra dalam jumpa pers secara virtual yang diikuti dari Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (15/10).

Jasra juga meminta kepada masyarakat dan orang tua untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum dan unit layanan terdekat bila menemukan anak yang terlibat dalam penyalahgunaan dalam kegiatan demonstrasi, pelibatan anak dalam kerusuhan sosial, dan peristiwa yang mengandung kekerasan yang dapat membahayakan nyawa anak.

Jasra mengatakan KPAI sudah melakukan pengawasan terhadap pelibatan anak dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah.

Dalam pengawasan KPAI, ditemukan ribuan anak yang terlibat dan ditangkap aparat penegak hukum, termasuk diproses di kepolisian.

“Pelibatan anak dalam demonstrasi ini cukup masif dengan berbagai modus dan model. Sebagian anak terlibat melalui ajakan di media sosial dengan narasi-narasi yang dapat memancing emosi anak untuk ikut aksi demonstrasi,” tuturnya.

Terkait dengan pelibatan anak dalam aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan dugaan eksploitasi anak di dalamnya, KPAI telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak.

Beberapa pihak yang dilibatkan dalam rapat koordinasi tersebut adalah Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Forum Anak Nasional, dan Komisi Perlindungan Anak Daerah.

Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati sejumlah hal terkait dengan aspek pencegahan, penanganan, dan pelindungan khusus anak yang terlibat dalam aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

Ketua KPAI Susanto mengatakan setiap anak berhak untuk menyampaikan pendapat. Namun, penyampaian pendapat anak harus dipastikan aman, nyaman, dan tidak berisiko terhadap keselamatan anak.

“Kami menyayangkan pihak-pihak yang permisif, apalagi diduga menggerakkan anak-anak untuk berdemonstrasi karena demonstrasi adalah mekanisme yang kurang aman bagi anak,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Aneh Ada Janin di Kambing Jantan Usai Disembelih, Sempat Hidup Lagi
apahabar.com

Nasional

6 ‘Tuhan’ Terdaftar Nyoblos di Jember
apahabar.com

Nasional

Misteri Pemicu Virus Corona, Hingga Pasar di Wuhan Jadi ‘Tersangka’
apahabar.com

Nasional

Terobsesi Jadi Pilot, Mahasiswa Ini Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya: Pemeriksaan Kivlan Zen Terkait Dana dari Habil Marati
apahabar.com

Nasional

Selama Covid-19, Mentan Upayakan Ketersediaan 11 Komoditas Pangan
apahabar.com

Nasional

Belasan Anak Kobra Ditemukan di Kloset Warga
apahabar.com

Nasional

Suhu Minus 5 derajat Celsius, Ratusan WNI di Helsinki Rayakan Pemilu 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com