Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Kronologis Lengkap Penemuan Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 3 Oktober 2020 - 13:09 WIB

Kronologis Lengkap Penemuan Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin

Penyebab kematian lelaki tertutup payung merah di Gunung Sari Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Penemuan mayat tertutup payung sempat menggegerkan warga Gunung Sari. Rahmiyati, warga di Jalan Gunung Sari, Nomor 9, RT. 25, RW 08, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah menceritakan kronologis lengkap penemuan mayat tersebut.

Tempat kejadian perkara penemuan mayat tertutup payung itu berada di samping rumah Rahmiyati.

“Almarhum meninggal di situ,” kata Rahmi.

Sosok Mayat Tertutup Payung Merah di Gunung Sari Banjarmasin di Mata Mertua

Rahmi menceritakan kronologis lengkap kejadian tersebut.

Sekira pukul 10.00 Wita, kata dia, mendiang datang ke rumah dan meminta pekerjaan.

Lantaran kasihan, Rahmi pun memberikan pekerjaan kepada mendiang untuk membersihkan rumput yang ada di samping rumah.

Setelah bekerja selama kurang lebih 30 menit, mendiang tiba-tiba pingsan. Kemudian petugas kesehatan dari puskesmas langsung datang memeriksa.

“Dan, dinyatakan meninggal dunia. Padahal sudah kami beri air untuk minum,” pungkasnya.

Menjelang siang, warga Jalan Gunung Sari, Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tertutup payung merah di samping rumah.

Belakangan identitas mayat diketahui bernama Abdul Hadi (45), warga Kelayan, Banjarmasin Selatan.

“Dia (Almarhum,red) itu menantu saya,” ucap mertua mendiang, Hj Samsiah kepada apahabar.com di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (3/10) siang.

Menurutnya, mendiang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek konvensional di Banjarmasin.

Lantaran sepi, mendiang memilih menjadi buruh serabutan.

“Kan ojek sepi, karena sudah banyak ojek online di Banjarmasin,” kata Samsiah.

Ia pun tak menduga sang menantu pergi secepat ini.

Padahal sebelumnya tidak ada firasat bahwa Abdul Hadi akan pergi untuk selama-lamanya.

“Kami semua terkejut,” bebernya dengan mata berkaca-kaca.

Meskipun, mendiang sudah memiliki riwayat penyakit seperti darah tinggi, rematik, dan kolestrol.

“Jadi sebelumnya dia pernah dibawa ke rumah sakit untuk berobat,” cetusnya.

Mendiang sendiri meninggalkan satu istri dan satu anak yang sudah berusia 17 tahun.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sirine Berbunyi, Aktivitas Pasar Haruai Tabalong Mendadak Berhenti
apahabar.com

Kalsel

Provost Polsek Banjarbaru Barat Ingatkan Personel untuk Displin Terapkan Prokes
apahabar.com

Kalsel

Jasad Pria Tua Gemparkan Warga Landasan Ulin Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Presiden Perintahkan UMKM & Koperasi Segera Diguyur Stimulus
apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira, PLN Turunkan Tarif Listrik Pelanggan Golongan Tegangan Rendah
apahabar.com

Kalsel

Simak 7 Tuntutan Massa Aksi di Kegubernuran Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Hujan Deras, Wilayah Sekumpul Banjir
apahabar.com

Kalsel

Kabar Cuaca Kalsel: 10 Wilayah Hujan Lokal Siang Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com