Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024 Rusia-Saudi Belum Sepakati Durasi Pengurangan Produksi Minyak

Laba Bersih Bisnis Otomotif Astra Merosot 70 Persen

- Apahabar.com Senin, 26 Oktober 2020 - 20:30 WIB

Laba Bersih Bisnis Otomotif Astra Merosot 70 Persen

Ilustrasi penjualan mobil. Foto-Antara/Muhammad Adimaja

apahabar.com, JAKARTA – PT Astra International Tbk merilis laporan keuangan kuartal III-2020, yang menunjukkan penurunan laba bersih segmen bisnis otomotif grup.

Penurunan laba bersih sebesar 70 persen menjadi Rp 1,8 triliun dari Rp 6,06 trilun pada periode yang sama 2019, yang mencerminkan penurunan volume penjualan yang signifikan.

Kendati demikian, segmen otomotif grup mampu mencatatkan keuntungan pada kuartal III setelah mengalami kerugian bersih pada kuartal II, berkat peningkatan volume penjualan menyusul pelonggaran penerapan langkah-langkah penanggulangan pandemi yang menyebabkan penutupan sementara pabrik dan diler pada kuartal kedua.

“Keseluruhan kinerja Grup Astra [Grup] selama sembilan bulan pertama tahun 2020 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat pandemi Covid-19, meskipun kinerja Grup pada kuartal ketiga menunjukkan beberapa perbaikan dibandingkan dengan kinerja pada kuartal kedua karena sebagian pembatasan terkait pandemi mulai dilonggarkan. Neraca keuangan Grup tetap kuat,” kata Presiden Direktur Djony Bunarto Tjondro dalam siaran pers seperti dilansir Antara, Senin (26/10).

“Pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang dan masih akan memengaruhi kinerja Grup hingga akhir tahun ini,” imbuh Djony.

Penjualan mobil Astra pada periode 9 pada 2020 menurun 51 persen menjadi 192.400 unit, namun pangsa pasar mereka stabil sebesar 52 persen.

Pada kuartal III-2020, penjualan mobil Astra meningkat menjadi 53.000 unit, dari 9.700 unit pada kuartal kedua. Grup Astra meluncurkan 13 model baru dan 15 model revamped pada periode sembilan bulan pertama tahun 2020.

Adapun penjualan sepeda motor secara nasional menurun 42 persen menjadi 2,9 juta unit pada sembilan bulan pertama tahun 2020. Penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 38 persen menjadi 2,3 juta unit.

Pada kuartal III-2020, penjualan sepeda motor Astra meningkat menjadi 849.000 unit, dari 244.000 unit pada kuartal kedua. Sebanyak empat model baru dan sembilan model revamped telah diluncurkan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2020.

Bisnis komponen otomotif Grup dengan kepemilikan 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp243 miliar dibandingkan laba bersih sebesar Rp 512 miliar pada periode yang sama tahun lalu, disebabkan penurunan pendapatan dari segmen pabrikan (OEM/original equipment manufacturer), pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market) dan segmen ekspor.

Kinerja

Secara umum, pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama 2020 sebesar Rp 130,3 triliun, menurun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih, setelah memasukkan keuntungan dari penjualan saham Bank Permata, sebesar Rp 14,0 triliun, menurun 12 persen dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun 2019.

Tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan tersebut, laba bersih Grup menurun 49 persen menjadi Rp 8,2 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan pandemi Covid-19 dan penerapan langkah-langkah penanggulangannya, serta penurunan harga batu bara.

Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2020 sebesar Rp 3.822 triliun, meningkat 5 persen dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp 4,4 triliun pada 30 September 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp 22,2 triliun pada akhir tahun 2019, setelah diterimanya hasil penjualan saham Bank Permata pada bulan Mei 2020.

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup menurun dari Rp 45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp 43,0 triliun pada 30 September 2020.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?
apahabar.com

Ekbis

Bos Hotel di Banjar Ramai-Ramai Minta Dibebaskan Pajak
apahabar.com

Ekbis

Awal Tahun, Tingkat Hunian Hotel Bintang 5 di Kaltim Turun
apahabar.com

Ekbis

Gara-gara Corona, AirAsia Indonesia PHK dan Rumahkan 882 Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Pertama Kali Dalam Sejarah, Harga Minyak AS Anjlok di Bawah Nol Dolar
apahabar.com

Ekbis

Lewat APIK, BI Gandeng Pelindo Kembangkan Puluhan UMKM di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Semester Pertama 2019, City Car Ini Paling Diminati di Kalselteng
apahabar.com

Ekbis

Dua Bulan Pasca Gempa, Pasokan LPG di Palu Berangsur Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com