Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel

Lagi, Polda Kalsel ‘Bekuk’ Pangkalan Elpiji ‘Nakal’

- Apahabar.com Sabtu, 3 Oktober 2020 - 22:37 WIB

Lagi, Polda Kalsel ‘Bekuk’ Pangkalan Elpiji ‘Nakal’

Lagi, Polda Kalsel bekuk pangkalan elpiji 'nakal'. Kali ini di Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali membekuk pangkalan elpiji ‘nakal’, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait meroketnya harga gas bersubsidi di pasaran.

Kali ini Polda Kalsel mendapati praktek ‘nakal’ seorang sub agen gas elpiji berinisial LS alias LL di pangkalan miliknya, Jalan Kampung Melayu Darat Gang 3 nomor 5 RT 09, Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

LS alias LL diamankan anggota Subdit 1 Tindak Pidana Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Polda Kalsel, Jumat (02/10/2020) sekira pukul 16.30 WITA.

Ibu rumah tangga berusia 48 tahun itu disinyalir menjual gas ‘melon’ tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dari tangan terduga pelaku, Polda Kalsel mengamankan Barang Bukti (BB) berupa barang bukti berupa 1 unit kendaraan Honda Supra dengan nopol DA 2241 VY, karung keranjang, elpiji 3 Kg bersubsidi (isi) sebanyak 178 tabung, tabung gas 3 Kg bersubsidi (kosong) sebanyak 100 tabung.

Kemudian spanduk harga HET 1 lembar, log book penyaluran epiji 3 Kg bulan Januari hingga Agustus 2020 masing-masing sebanyak 1 bundel.

Dengan melebihi ketentuan harga penjualan ke konsumen, LS alias LL telah melanggar Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 10 huruf (a) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomoro 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Penting.

Kepala Biro Humas Polda Kalsel Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mochamad Rifa’i, membenarkan pengungkapan kasus tersebut oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Kalsel.

“Karena yang bersangkutan memperdagangkan Gas epiji 3 Kg bersubsidi kepada konsumen dan pengecer di atas harga eceran tertinggi (HET) dengan harga Rp 23.000 per tabung,” kata Rifa’i kepada apahabar.com, Sabtu (03/10/2020) malam.

Pihak kepolisian pun mengimbau kepada pangkalan epiji se Kalimanatan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin agar tidak menjual gas melon di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan LPG 3 Kg seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” tutup Kombes Pol Mochmad Rifa’i.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Kampung Biru Banjarmasin Keluhkan Bantuan Covid-19 Tak Merata
apahabar.com

Kalsel

Legislator PKS Bagi-bagi Kuota untuk Seribu Anak Yatim
apahabar.com

Kalsel

Pejuang Banjar, Pangeran Hidayatullah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
apahabar.com

Kalsel

Hj Sadariah Salurkan Bantuan Kepada Warga Simpang Empat
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Pelayanan, Petugas Operator Disdukcapil Kapuas Ikuti Bimtek
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Bongkar Kasus 200 Kg Sabu, Dewan Sindir Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

Lonjakan Covid-19 di Kalsel: Rumah Sakit Mulai Penuh, Tim Medis Kewalahan 
apahabar.com

Kalsel

Mensos: Selama 2019, PKH Memberikan Hasil yang Sangat Baik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com