Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian

Langkah Pemkab Tapin Sikapi Jalan Nasional Terancam Ditutup Pembakal Isah

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 15:44 WIB

Langkah Pemkab Tapin Sikapi Jalan Nasional Terancam Ditutup Pembakal Isah

Foto Asisten Daerah Kabupaten Tapin, Adi Parma. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin mengambil langkah cepat terkait rencana penutupan akses jalan nasional di Desa Sungai Puting, Kecamatan Candi Laras, oleh pemilik tanah H Syahrani, akrab disapa Pembakal Isah Tamberangan.

Rencana penutupan akses jalan nasional tepat di atas tanah Pembakal Isah Taberangan tersebut dilakukan pada 14 Oktober 2020 hingga batas waktu tak ditentukan.

Menyikapi itu, hari ini Pemkab Tapin melalui Asisten Daerah, Adi Parma telah menggelar rapat koordinasi bersama Polres Tapin, Kodim 1010 Rantau, Camat Candi Laras, Utara, Kepala Desa Sungai Puting.

Pada rapat itu, mereka berupaya agar bagaimana masyarakat masih bisa mengakses jalan itu meski terancam ditutup oleh Pembakal Isah.

“Kita lakukan upaya agar masyarakat masih dapat mengakses jalan itu,” ujarnya Adi Parma.

Baca Juga : Alasan Pembakal-Isah Tutup Jalan Sungai Puting Tapin

Adi Parma mengakui bahwa tanah di atas jalan nasional poros Batola-Tapin itu milik tokoh masyarakat Tapin, H Syahrani yang akrab disapa H Isah Tamberangan.

“Ada rencana penutupan jalan poros Batola-Margasai (Sungai Puting) oleh H Isyah karena belum ada kejelasannya tentang penggantian lahan beliau (H Syahrani),” ujar Adi Parma.

“Kita akan memfasilitasi pertemuan dengan pihak kuasa hukum (H Syahrani), memberikan keterangan tentang tanah tersebut,” lanjut Adi Parma.

Disamping itu, Adi Parma juga akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel.

Baca Juga : PUPR Kalsel Klarifikasi Tudingan Sengketa Jalan Sungai Puting Tapin

“Kita coba hubungi provinsi, karena sesungguhnya sudah ada pada 9 Juli lalu, upaya yang disepakati bersama Pemprov Kalsel dengan kuasa hukum, sehingga tidak perlu ada penutupan,” ungkap Adi Parma.

Adi juga menambahkan, pihaknya juga akan menghubungi PUPR Kalsel untuk membahas rencana penutup jalan nasional di atas lahan Pembakal Isah itu.

Diwartakan sebelumnya, jalan itu rencananya akan ditutup paksa pada 14 Oktober hingga batas waktu yang belum ditentukan oleh Pembakal Isah.

Ada pun akses jalan nasional yang berada di atas lahan milik Pembakal Isah yakni berukuran panjang 200 meter dan lebar 25 meter.

Baca Juga : Proyek Diduga Bermasalah 14 Oktober Jalan Sungai Puting Tapin Terancam Ditutup Paksa

Dikatakan tim kuasa hukum Pembakal Isah bahwa keputusan untuk melakukan upaya hukum dan menduduki fisik lahan itu karena perampasan hak terhadap kliennya dan tanpa izin.

“Perampasan hak dan tanpa izin. Apalagi tidak melakukan ganti rugi dengan alasan tanah sudah dihibahkan, tanpa bisa menunjukan surat hibah. Sedangkan dari Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Tapin telah tegas menyatakan tidak pernah ada ganti rugi,” ujar pengacara Pembakal Isah, Badrul Ain Sanusi Al Afif kepada apahabar.com melalui WhatsAppnya, Senin (05/10) tadi.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mengintip Aktivitas RPH Marabahan Selama Iduladha
apahabar.com

Kalsel

Bangkai Reklame Ancam Pengguna Jalan, Polemik Malah Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Horor di Pulau Laut, Identitas Sopir Colt Dikantongi
apahabar.com

Kalsel

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di HST Terkendala SDM dan Anggaran
apahabar.com

Kalsel

[Klarifikasi] Kronologi Lengkap Perkara Penipuan yang Menjerat Bupati Balangan
apahabar.com

Kalsel

Catat! Sanksi bagi Pelanggar Jam Malam Saat PSBB di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Mengaku Belum Diganti Rugi, Maniso Laporkan Perusahaan Tambang ke Polisi
apahabar.com

Kalsel

Ajak ke Haul Guru Sekumpul, Wali Kota Banjarmasin juga Minta CCTV Terminal Pal 6 Dipasang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com