#SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah VIDEO Momen Polisi Banjarmasin Kena Pentung Saat Ricuh #SaveKPK Jilid II

Lapak Sudah Dibongkar, Belum Semua Eks PKL Handil Bakti Masuk Pasar

- Apahabar.com Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:22 WIB

Lapak Sudah Dibongkar, Belum Semua Eks PKL Handil Bakti Masuk Pasar

Mujiono mengawali hari pertama berjualan di Pasar Induk Handil Bakti, setelah 11 tahun menempati jalur hijau Jalan Trans Kalimantan. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun lapak sudah dibongkar, masih banyak eks PKL Handil Bakti yang belum menempati los di Pasar Induk Handil Bakti.

Seluruh lapak PKL di jalur hijau sudah rampung dibongkar, Senin (19/10). Sesuai dengan perencanaan, 158 pedagang itu direlokasi ke Pasar Induk Handil Bakti.

Selain 160 los untuk berjualan, disediakan musala dan 4 toilet. Namun baru sebuah toilet yang sudah dapat digunakan, mengingat 3 toilet lain masih terkunci.

Sementara listrik sudah mengaliri mayoritas blok, lengkap dengan stop kontak di beberapa tiang. Hanya bola lampu yang tidak disediakan.

Lantas sehari setelah pembersihan di jalur hijau, Selasa (20/10), pedagang yang menggelar dagangan dalam los masih bisa dihitung dengan jari.

Berdasarkan pantauan apahabar com sepanjang siang, hanya terlihat masing-masing seorang pedagang nasi pecel, sandal dan sepatu, serta kacamata yang sudah berjualan.

“Sebenarnya saya masih ragu-ragu. Namun kalau belum dicoba, tentu saya tidak bisa mengukur ramai atau sepi berjualan di dalam pasar,” papar Mujiono, pedagang nasi pecel.

Keraguan Mujiono bukan tanpa alasan. Selama sekitar 11 tahun berjualan di pinggir Jalan Trans Kalimantan, penghasilan rata-rata per hari mencapai Rp800 ribu.

Penghasilan itu diperoleh Mujiono yang buka sejak pukul 11.00 hingga 17.00 setiap hari, “Sebelum pindah ke pinggir jalan, saya berjualan gorengan di dalam kompleks,” bebernya.

Sementara Edo sudah merasakan imbas kepindahan ke los Pasar Induk Handil Bakti. Sudah berjualan sejak, Minggu (18/10), keuntungan yang diperoleh bak bumi dengan langit.

“Hari pertama buka, kami dapat Rp30. Sehari kemudian meningkat menjadi Rp80 ribu. Mudahan nanti bisa meningkat terus,” jelas pedagang kacamata ini.

“Sementara kalau di pinggir jalan, penjualan per hari mencapai antara Rp500 ribu hingga Rp800 ribu,” sambung Edo yang sudah 8 tahun berjualan di jalur hijau Handil Bakti ini.

Di sisi berbeda, mereka belum mengetahui penyebab pedagang-pedagang lain belum menempati los yang sudah disediakan Pemkab Barito Kuala.

Namun dari informasi yang beredar, beberapa pedagang sedang mempertimbangkan lokasi alternatif, selain di los Pasar Handil Bakti.

Mereka juga masih berharap mendapatkan jatah dua los. Dengan ukuran sebuah los yang cuma 2 x 3 meter, tidak memungkinkan menampung semua barang dagangan.

“Tambahan satu los lagi untuk pedagang tampaknya sulit terealisasi,” sahut Surono, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Batola.

“Penyebabnya terdapat tambahan pedagang yang belum terdata sebelumnya. Kalau sebelumnya 132 pedagang, bertambah menjadi 158 pedagang pasca pendataan ulang,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Catatan Akhir Tahun Polres Banjabaru, Kasus Narkotika Jenis Sabu Mendominasi
Sabu di Dapur

Kalsel

Duh, Oknum Karyawan di Pelambuan Sembunyikan Puluhan Paket Sabu di Dapur
apahabar.com

Kalsel

Kecamatan Batulicin Terima Dana Bantuan JPS Tahap Pertama
apahabar.com

Kalsel

Lewat Program Banjarbaru Sejahtera, Baznas Perangi Rentenir
Benawa

Kalsel

Geger! Mayat Mengambang di Sungai Batu Benawa HST
apahabar.com

Kalsel

Solidaritas Tanpa Tanding, BPK Al Jamal Kelayan Tembus Jarak Ratusan Kilometer Bantu Padamkan Api di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Polres Kotabaru Lakukan Penyelidikan Penyebab Kebakaran Puluhan Kios Pasar Tarjun
apahabar.com

Kalsel

Butuh Uluran Tangan, Warga Muslim Dusun Sindawak Hutan Meratus Berjuang Bangun Rumah Ibadah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com