Dievakuasi ke Banjarmasin, 7 Korban KM Ladang Pertiwi Selamat DITANGKAP! Terduga Pembunuh Undur di Bungur Tapin Fakta Baru Duel Maut di Arena Judi Datarlaga HST KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Penumpang Dievakuasi ke Banjarmasin Makin Gacor, Atlet Panjat Tebing Kiromal Katibin Pertajam Rekor Dunia

Laporan Relawan Jokowi Ditolak Polda Metro Jaya! Najwa Nyatakan Siap Diperiksa Dewan Pers

- Apahabar.com     Selasa, 6 Oktober 2020 - 19:57 WITA

Laporan Relawan Jokowi Ditolak Polda Metro Jaya! Najwa Nyatakan Siap Diperiksa Dewan Pers

Jurnalis Najwa Shihab mewawancarai kursi kosong sebagai ganti absennya Menteri Kesehatan Terawan, dalam Catatan Najwa, Senin (28/9/2020). Foto-Capture YouTube Nazwa Shihab

apahabar.com, JAKARTA – Laporan yang dilayangkan Relawan Jokowi Bersatu terhadap presenter kondang Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya ditolak.

Terkait kasus tayangan wawancara kursi kosong Menteri Terawan yang dilaporkan Relawan Jokowi Bersatu tersebut Polda Metro Jaya mengarahkan laporan ke Dewan Pers.

Menanggapi hal itu, Najwa pun menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan.

“Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu,” ujar Najwa seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa (6/10).

Najwa mengaku sudah mendengar informasi dari pemberitaan bahwa Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut dan meminta pelapor membawa persoalan ini ke Dewan Pers.

Najwa mengaku baru mengetahui pelaporan atas dirinya melalui media massa.

“Saya belum tahu persis apa dasar pelaporan termasuk pasal yang dituduhkan,” ujar Najwa menambahkan.

Seperti diwartakan sebelumnya, Relawan Jokowi Bersatu melaporkan aksi presenter Najwa Shihab melakukan wawancara monolog dengan kursi kosong yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan, ke Polda Metro Jaya.

“Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden. Karena Menteri Terawan adalah representasi dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” ujar Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto.

Silvia mengkhawatirkan jika tindakan Najwa Shihab dibiarkan akan berulang dan berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya.

Silvia menilai melakukan wawancara kosong kepada narasumber dan itu memberikan preseden buruk kepada wartawan sendiri. Hal itu juga yang membuat relawan tersebut memutuskan untuk membuat laporan kepada polisi.

“Kami diterima oleh SPKT dan kami akan menuju ke siber. Karena kami berurusan dengan UU ITE dan juga pejabat menteri yang notabene adalah pejabat negara. Terlapornya juga kami akan memberikan somasi kepada ke Trans7 dan kami akan melakukan melaporkan kepada dewan pers setelah ini,” tegas Silvia.

Adapun persangkaannya, menurut Silvia, adalah cyber bullying. Karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi.

Silvia menganggap parodi tersebut merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara, khususnya menteri. Mengingat Menkes Terawam adalah representasi dari pada Presiden Republik Indonesia .

“Dalam KUHP Perdata dan Pidana ketika bicara dengan jurnalistik memang kami memakai UU pers tetapi juga dilaporkan secara perdata dan pidana melalui pengadilan atau kepolisian. Ketika sama-sama mentok kita ke dewan pers, untuk meminta arahan,” terang Silvia.

Terkait barang bukti yang dibawa, kata Silvia, ada penggalan video dari Youtube. Namun tidak menutup kemungkinan ada bukti lain, setelah lapor ke bagian Siber Polda Metro Jaya. Kemudian ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan dewan pers, dan akan berdiskusi masalah ini.

“Dewan pers membuka peluang kami untuk datang dan berdiskusi. Karena kami bukan mau menyerang seseorang tapi kami hanya ingin perlakuan yang dilakukan Najwa Shihab, di depan jutaan rakyat Indonesia tidak berulang dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru itu saja,” tutup Silvia.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Edy Mulyadi

Nasional

Gempar! Edy Mulyadi Diduga Hina Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Picu Protes Keras
apahabar.com

Nasional

Bareskrim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung
tilang

Nasional

Sanksi Tilang Elektronik, Main HP Berkendaraan Denda Rp 750 Ribu
Aksi Mesum

Nasional

Terkuak, Aksi Mesum Sesama Jenis Nakes-Pasien Covid-19 Wisma Atlet Ternyata di Toilet
apahabar.com

Nasional

Mensesneg Luruskan Pernyataan Jubir Presiden Soal Mudik
Gegara Rokok

Nasional

Dasar Durhaka, Gegara Rokok Seorang Anak Tega Aniaya Ibu Kandung
BNPB melaporkan 68 kejadian bencana alam pada periode 1-8 Januari 2022. Sebagian besar bencana, yaitu banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Foto-Ilustrasi/CNN Indonesia

Nasional

BNPB Laporkan 68 Kejadian Bencana Alam pada Pekan Pertama 2022
apahabar.com

Nasional

Ke Mana Perginya Karya Kami Setelah Ini?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com