3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Lebur Tiga Bank, Jokowi Ingin Bank Syariah Raksasa

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 08:32 WIB

Lebur Tiga Bank, Jokowi Ingin Bank Syariah Raksasa

Priseden RI, Joko Widodo. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan Indonesia memiliki Bank Syariah Raksasa. Hal itu diungkapkannya terkait proses penggabungan atau merger dari 3 bank syariah BUMN yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah, dan BNI Syariah.

“Nantinya semua aset bank syariah milik negara akan dilebur menjadi satu untuk melahirkan bank syariah raksasa,” kata Jokowi dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang tayang di saluran YouTube ISEF Indonesia, seperti dilansir detik.com, Rabu (28/10).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan bahwa pemerintah memiliki perhatian besar untuk membangkitkan raksasa keuangan syariah di Indonesia.

“Pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini. Salah satunya dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia,” sebutnya.

“Total 3 aset bank syariah BUMN yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah sampai semester pertama 2020 adalah Rp 214 triliun. Sebuah angka yang besar,” tambahnya.

Jokowi mencontohkan Indonesia memiliki banyak produk halal unggulan, mulai dari makanan, kosmetik, juga fashion. Yang dia disayangkan itu belum dimanfaatkan dengan baik.

“Sayangnya potensi yang besar dalam industri halal ini juga belum dimanfaatkan dengan baik, belum kita manfaatkan dengan baik,” kata Jokowi.

Pria yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu pun menjelaskan salah satu mimpi Indonesia adalah menjadi pusat fashion muslim terbesar di dunia.

Untuk itu, segala potensi yang ada perlu dioptimalkan dengan baik agar cita-cita Indonesia di bidang ekonomi syariah dapat diwujudkan. Dijelaskannya, beberapa upaya telah dijalankan pemerintah.

“Karena itu upaya pengembangan yang integratif dan komprehensif perlu terus kita lakukan. Ekosistem industrinya perlu dibenahi, regulasinya harus efisien, SDM-nya juga harus dipersiapkan dengan baik,” paparnya.

Di lain sisi, Jokowi menjelaskan pemerintah juga terus mengembangkan industri keuangan syariah, salah satunya mengembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat, bekerja sama dengan pondok-pondok pesantren maupun organisasi-organisasi keagamaan.

“Pengembangan ekonomi syariah yang berbasis sektor riil, padat karya, dan industri halal juga sangat potensial untuk memperluas penyerapan tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru,” tambahnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ini Estimasi Biaya Perbaikan Mobil yang Terendam Banjir
apahabar.com

Ekbis

Adaro Konsisten Penyumbang Devisa Negara Terbesar
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Persoalan Keuangan Jiwasraya Sudah Lebih 10 Tahun dan Bukan Masalah Ringan
apahabar.com

Ekbis

Realisasi Investasi Kalsel Masih di Bawah Kaltim, dan Kalbar!
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Melemah 128 Poin ke Level Rp 13.888
apahabar.com

Ekbis

Jalur Gemuk, Garuda Buka Rute Penerbangan Banjarmasin-Balikpapan
apahabar.com

Ekbis

Menguat di Awal Pekan, IHSG Tembus Level Psikologis 5.000
apahabar.com

Ekbis

Kontrak Baru Pertamina di Rig Hakiryu Senilai 96 Juta Dolar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com