MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Lecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW, MUI Ajak Boikot Produk Prancis

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:54 WIB

Lecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW, MUI Ajak Boikot Produk Prancis

Ilustrasi MUI. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak pemboikotan terhadap produk Prancis menyusul Presiden Emmanuel Macron yang masih bersikeras tidak meminta maaf kepada umat Islam atas pelecehannya terhadap Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam (SAW).

“Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis,” kata Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi kepada wartawan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (30/10).

Muhyidddin meminta Pemerintah Indonesia untuk sementara waktu menarik Duta Besar Indonesia di Paris, Prancis, hingga Presiden Macron menarik ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam se-dunia yang melontarkan pernyataan bernada Islamophobia.

Muhyiddin mengatakan umat Islam tidak ingin mencari musuh tetapi hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis.

Waketum MUI itu juga meminta Presiden Prancis segera menghentikan segala tindakan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, terlebih Komisi HAM PBB menyebut penghinaan terhadap Rasulullah bukanlah bentuk kebebasan berekspresi.

Ia juga mendukung sikap Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang telah memboikot produk-produk dari Prancis.

“Mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk segera mengambil tindakan dan hukuman kepada Prancis atas tindakan dan sikap Presiden Emmanuel Macron yang telah menghina dan melecehkan Nabi Besar Muhammad SAW,” kata Muhyiddin Junaidi.

MER-C mengecam

Sementara itu pimpinan presidium organisasi sosial kemanusiaan untuk korban perang, konflik dan bencana alam yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia juga mengharapkan Pemerintah Indonesia dapat segera merespon dan mengambil sikap atas pernyataan Presiden Prancis dengan mendorong permintaan maafnya kepada umat Islam.

“Hal ini agar polemik yang dapat menimbulkan perpecahan kerukunan umat beragama tidak berlarut,” kata Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebutkan Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.

MER-C menyayangkan sekaligus mengecam pernyataan Macron itu sebagai pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan memecah belah kerukunan umat beragama di dunia

“Kami turut menyayangkan sekaligus mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Itu adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab. Macron telah menyebarkan kesalahpahaman terhadap Islam. Sebuah penyataan yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama di dunia,” katanya Sarbini.

“Macron mestinya bijak dalam menilai Islam,” tambah Sarbini Abdul Murad, dokter pertama Indonesia yang berada di garis depan perbatasan Rafah, Mesir-Palestina saat perang 22 hari Palestina-Israel akhir Desember 2008 .

Sarbini menjelaskan Macron mestinya bisa belajar dari sosok Vladimir Putin, Presiden Rusia yang bijak dalam melihat Islam.

Meski di Rusia terjadi pemberontakan separatis Chechen, tidak berarti Putin menyudutkan Islam secara keseluruhan.

Sementara Macron sebagai orang nomor satu di Prancis memilih membiarkan dan menolak untuk melarang keputusan media di negara tersebut, Charlie Hebdo yang menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad SAW pada September 2020 dengan alasan kebebasan berekspresi, suatu sikap pemimpin negara yang sangat melukai dan menuai reaksi keras dari berbagai kalangan umat Islam di seluruh dunia.

Hal ini berbahaya karena menjadi modus menyebarkan kebencian terhadap Islam.

“Untuk itu, MER-C meminta kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk segera meminta maaf kepada umat Islam dunia. Kami pikir meminta maaf adalah jalan yang bijak, serta melarang kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW,” pungkas Sarbini.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sosok Sukanto Tanoto, Konglomerat Penguasa Lahan Ibu Kota Baru RI
apahabar.com

Nasional

2 Alat Deteksi Covid-19 Karya Indonesia Meluncur Desember 2020
apahabar.com

Nasional

Mendiang Ani Yudhoyono Ternyata Penggemar Makanan Khas Inggris Fish and Chips
apahabar.com

Nasional

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung Diduga 4 Tahun Alami Gangguan Jiwa
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Siapkan Rp 400 Triliun untuk Perangi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Terkait Kasus Eks Bupati Cirebon, KPK Cegah GM Hyundai ke Luar Negeri
apahabar.com

Nasional

Anak Krakatau Erupsi Lagi, PVMBG Imbau Wisatawan Waspada
apahabar.com

Nasional

Kabareskrim Peringatkan Tempat Hiburan yang Fasilitasi Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com