2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma Kena Tipu Oknum ASN, Belasan Tukang Sapu Geruduk Pemkot Banjarmasin Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M

Lindungi Anak dari Bahaya Internet, China Revisi UU

- Apahabar.com Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:53 WIB

Lindungi Anak dari Bahaya Internet, China Revisi UU

Kasus kekerasan anak di China bak fenomena gunung es. Foto ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Demi memperkuat perlindungan anak di bawah usia 18 tahun di dunia maya, China merevisi undang-undang (UU).

Mengutip laporan dari Xinhua dari Antara, UU yang sudah direvisi tersebut diputuskan pada Sabtu (17/10) lalu dan akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2021.

Regulasi tersebut menyatakan penyedia jasa dan produk internet tidak boleh memberikan produk dan layanan yang menimbulkan adiksi.

Penyedia layanan yang dimaksud dalam undang-undang tersebut termasuk game, livestreaming, audio, video dan media sosial.

Mereka harus menyediakan fitur untuk mengatur waktu penggunaan untuk anak-anak.

Penyedia layanan juga harus bertindak untuk menghentikan perundungan di dunia siber, sementara orang tua atau wali anak yang mengalami perundungan memiliki hak untuk melapor ke penyelenggara dan meminta konten dihapus, diblokir atau tautan dihentikan.

Selain itu, sekolah, termasuk taman kanak-kanak, melaporkan tindakan kekerasan pelecehan seksual ke otoritas pendidikan dan keamanan publik.

Kasus kekerasan anak di China bak fenomena gunung es. Diperkirakan ada 2,7 juta anak di China yang mungkin mengalami perkosaan menurut peneliti yang menyelidiki kasus kekerasan seksual, seperti dilansir dari Akurat.co.

Shang Xiaoyuan, peneliti Family and Child Research Center dari Beijing Normal University mengatakan penelitian yang dilakukan mengindikasikan bahwa 8-12 persen dari total 270 juta anak di China mengalami kekerasan seksual.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kasus Infeksi Covid-19 di India Capai 6,63 Juta Kasus
apahabar.com

Internasional

Pipa Bensin Bocor, Kebakaran Hebat Landa Meksiko, 20 Orang Tewas
apahabar.com

Internasional

Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Internasional

Bank Sentral Eropa Perkenalkan Mata Uang Digital ke 19 Negara
apahabar.com

Internasional

AS Tertinggi, Indonesia Tempati Urutan 23 Dunia Sebaran Kasus Covid-19
apahabar.com

Internasional

KTT APEC Sepakati Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur
apahabar.com

Internasional

Dikecam Banyak Pihak, Erdogan: Hagia Sophia Kedaulatan Turki
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan di Masjid New Zealand Langsung Diadili
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com