Isolasi Hari Kedua, Denny Indrayana Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi Klaim Adaro Reklamasi Lebih 100 Persen Lubang Tambang Dipertanyakan Jadi Sekolah Unggulan, Intip Sederet Program Almazaya Islamic School Banjarmasin Resmi, Gugatan Anandamu Tunda Kemenangan Ibnu-Ariffin di Pilwali Banjarmasin Tidak Mau Diisolasi di Palembang, 2 Peserta PTQ asal Kalteng Kabur

Masih Ada Warga di Tabalong Belum Manfaatkan PTSL, Ini Alasannya

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 16:07 WIB

Masih Ada Warga di Tabalong Belum Manfaatkan PTSL, Ini Alasannya

Ilustrasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Foto-Istimewa

apahabar.com,TANJUNG – Dari target 1.213 Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di dua desa, Mangkusip dan Luk Bayur Kecamatan Tanta, Tabalong hingga saat ini sudah mencapai 961 sertifikat.

Sementara 252 sisanya diberi batas waktu hingga akhir November ini. Bila dalam waktu itu tidak dimanfaatkan, selanjutnya akan dikenakan biaya atau tidak gratis lagi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tabalong, Agus Sugiono, mengatakan target PTSL di Desa Mangkusip dan Luk Bayur 1.213 sertifikat, yang sudah selesai 961 sertifikat.

Sisanya, warga belum bersedia membuat sertifikat. Alasannya, tanah masih merupakan tanah bersama dari warisan yang belum dibagi, tentu itu tidak bisa.

“Alasan lainnya, pemilik tanah pertanian atau kebun itu berada di luar lokasi dan sebagian masih takut dengan akan bayar pajak bila mempunyai sertifikat,” jelas Agus.

Kepala BPN Tabalong, Agus Sugiono. Foto-apahabar.com/Amin

BPN, ujar Agus lagi masih memberikan waktu bagi warga yang ingin membuat sertifikat. Siapa tahu yang sudah terukur masih ingin membuat sertifikat kita tunggu sampai akhir November 2020.

” Yang sudah terukur dalam data, bila ingin membuat sertifikat gratis diberi waktu sampai November, setelah itu tidak bisa lagi gratis artinya dengan biaya,” jelas Agus.

Ditambahkan, untuk saat ini BPN masih aktif mendorong warga yang belum membuat sertifikat di dua desa itu agar membuatnya, tapi tidak seaktif dulu.

“Karena BPN juga ada kegiatan lain yang sama, ” imbuhnya, Jumat (23/10).

Sementara itu, dari 961 sertifikat yang sudah selesai, 67 hingga 70 persen sudah dibagikan ke masyarakat.

“Dibaginya tidak bisa serentak karena Covid-19 melainkan bertahap, yang jelas sertifikatnya sudah selesai semua,” pungkas Agus.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ikut Terdampak Covid-19, Puluhan Sopir Taksi di Batola Kecipratan JPS
apahabar.com

Kalsel

Tabalong Hujan Lokal, Intip Cuaca Kalsel Hari Ini

Kalsel

Peringati Hari Anak, Best Western Kindai Hotel dan Bank Kalsel Gelar Lomba Menarik

Kalsel

Banjir Binuang Mulai Surut, BPBD Tapin: Jalur Transportasi Warga Masih Terganggu Longsor
Banjarmasin Utara

Kalsel

Terungkap! Ada Motif Lain Pembunuhan Suami Baru di Banjarmasin Utara
Perayaan-Cap-Go-Meh-di-Suci-Nurani-Banjarmasinwa

Kalsel

Catatan Sejarah (2); Erat Kaitan dengan Sultan Banjar, Strategi Tionghoa Menetap di Banjarmasin
Sekolah

Kalsel

Satgas Covid-19 Monitor Pembelajaran Tatap Muka di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin: Pemkot Raup Jutaan Rupiah, Wilayah Ini Pelanggar Terbanyak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com