Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Masih Tak Percaya Covid-19, Simak Cara Edukasi ke Mereka

- Apahabar.com Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:53 WIB

Masih Tak Percaya Covid-19, Simak Cara Edukasi ke Mereka

Seorang psikolog coba menjelaskan bahaya Covid-19 ke pasien, foto sebagai ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Tak sedikit masyarakat yang tak percaya adanya Covid-19. Ini terbukti dari sikap acuh mereka terhadap penularan Covid-19, padahal bukti kematian sudah begitu banyak.

Lantas, bagaimana cara mengedukasi mereka?

Seorang Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie dalam webinar Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat, Rabu (14/10/2020) coba menjelaskannya.

“Kalau saya melihat secara psychologist, mereka yang tidak peduli adalah mereka yang memang mau tidak mau harus menafkahi hidup, dan keluarga. Edukasi yang tepat adalah diajak ngobrol,” kata Liza.

Liza juga mengatakan, mungkin juga orang yang sudah tidak peduli dengan kehadiran virus corona ini adalah anak-anak remaja.
Biasanya mereka hidup bebas dengan pilihannya, sehingga ancaman Covid-19 ini malah diabaikan.

“Mungkin ada juga adalah mereka-mereka yang sudah sangat antipati ketika kita sudah sampai pada titik itu jadi akhirnya, ta udah, suka-sukanya kita dan karena kita punya prioritas yang lebih untuk dilakukan,” terang Liza.

Oleh karenanya edukasi yang paling tepat itu adalah mengajak bicara mereka, dan mendengarkannya bukan memberikan sanksi bermacam-macam. Salah satunya seperti menaruh peti mati.

“Mereka orang-orang sebenarnya pengennya minta didengarkan kita. Jadi kalau hanya sekadar misal gitu ya menaruh peti mati, menggali kubur itu sebenarnya tidak memberikan efek jera. Jadi buat lucu-lucuan,” ujarnya.

“Jalan tengahnya ini sebenarnya yang berbeda. Jadi kalau ditanya edukasi apa, itu tergantung dari apa yang mereka keluarkan dan kemudian kita bisa mencari jalan tengah kebutuhan mereka apa sih sebenarnya,” tambah Liza.

Edukasi di sini, kata Liza, harus menyesuaikan dengan lingkungannya.

Sehingga apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik, serta ketika kita mendengarkan keluhan orang yang acuh pada Covid ini bisa dipahami.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Jaga Kebugaran Puasa, Ini Tipsnya
apahabar.com

Gaya

Muslimah yang Ingin Berbisnis Wajib Serius dan Fokus
Lampu Motor

Gaya

Lampu Motor Redup, Simak 10 penyebabnya

Gaya

Tips Menjaga Privasi Pengguna di Smartphone Android
apahabar.com

Gaya

MUA Tanbu Community akan Gelar Make Up Artist Pengantin
apahabar.com

Gaya

Mengenal Si Janda Bolong, Tanaman Monstera yang Melambung Hingga Ratusan Juta Rupiah
apahabar.com

Gaya

Ini 5 Tanda Ayam Sudah Tak Layak Dikonsumsi
apahabar.com

Gaya

6 Manfaat Tak Terduga Kepiting untuk Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com