Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Masih Tak Percaya Covid-19, Simak Cara Edukasi ke Mereka

- Apahabar.com Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:53 WIB

Masih Tak Percaya Covid-19, Simak Cara Edukasi ke Mereka

Seorang psikolog coba menjelaskan bahaya Covid-19 ke pasien, foto sebagai ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Tak sedikit masyarakat yang tak percaya adanya Covid-19. Ini terbukti dari sikap acuh mereka terhadap penularan Covid-19, padahal bukti kematian sudah begitu banyak.

Lantas, bagaimana cara mengedukasi mereka?

Seorang Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, Liza Marielly Djaprie dalam webinar Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat, Rabu (14/10/2020) coba menjelaskannya.

“Kalau saya melihat secara psychologist, mereka yang tidak peduli adalah mereka yang memang mau tidak mau harus menafkahi hidup, dan keluarga. Edukasi yang tepat adalah diajak ngobrol,” kata Liza.

Liza juga mengatakan, mungkin juga orang yang sudah tidak peduli dengan kehadiran virus corona ini adalah anak-anak remaja.
Biasanya mereka hidup bebas dengan pilihannya, sehingga ancaman Covid-19 ini malah diabaikan.

“Mungkin ada juga adalah mereka-mereka yang sudah sangat antipati ketika kita sudah sampai pada titik itu jadi akhirnya, ta udah, suka-sukanya kita dan karena kita punya prioritas yang lebih untuk dilakukan,” terang Liza.

Oleh karenanya edukasi yang paling tepat itu adalah mengajak bicara mereka, dan mendengarkannya bukan memberikan sanksi bermacam-macam. Salah satunya seperti menaruh peti mati.

“Mereka orang-orang sebenarnya pengennya minta didengarkan kita. Jadi kalau hanya sekadar misal gitu ya menaruh peti mati, menggali kubur itu sebenarnya tidak memberikan efek jera. Jadi buat lucu-lucuan,” ujarnya.

“Jalan tengahnya ini sebenarnya yang berbeda. Jadi kalau ditanya edukasi apa, itu tergantung dari apa yang mereka keluarkan dan kemudian kita bisa mencari jalan tengah kebutuhan mereka apa sih sebenarnya,” tambah Liza.

Edukasi di sini, kata Liza, harus menyesuaikan dengan lingkungannya.

Sehingga apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik, serta ketika kita mendengarkan keluhan orang yang acuh pada Covid ini bisa dipahami.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Saat Berpuasa
apahabar.com

Gaya

Acer Indonesia Bagi Berkah Ramadan
apahabar.com

Gaya

Sejak Pandemi Covid-19, Anak-anak Lebih Sering Online
apahabar.com

Gaya

Tips Dokter Jika Bepergian Naik Pesawat Saat ‘New Normal’
apahabar.com

Gaya

6 Makanan yang Mampu Redakan Perut Sembelit
apahabar.com

Gaya

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil
apahabar.com

Gaya

Desain Mewah, Segini Harga Samsung Galaxy Z Fold 2 di Indonesia
apahabar.com

Gaya

Dosen IPB Buat Formula Anti Penuaan Dini dengan Batang Nyirih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com