Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Masjidil Haram Dijaga Ketat, Jemaah Umrah Tak Bisa Leluasa

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 13:26 WIB

Masjidil Haram Dijaga Ketat, Jemaah Umrah Tak Bisa Leluasa

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Arab Saudi telah membukan pelayanan Ibadah Umrah. Kendati demikian, jemaah umrah tak bisa leluasa, mengingat penjagaan ketat di masjidil Haram.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara umrah dan Haji Khusus (Himpuh), Baluki Ahmad mengatakan meski Arab Saudi menyatakan umrah sudah dibuka tapi akses ke masjidil haram sangat ketat.

Semua serba diatur dan Arab Saudi sangat berhati-hati dengan jemaah biasa maupun umrah agar pandemi Coid-19 tak menyebar atau sampai membuat klaster pademi baru di Masjidil Haram.

”Sampai kemarin, memang umrah sudah dibuka. Tapi jemaahnya pun sangat terbatas. Jangankan jemaah umrah yang berasal dari luar Makkah, orang Makkah sendiri ketika akan berkunjung ke Masjidil Haram juga masih sangat tidak leluasa,” kata Baluki Ahmad, di Jakarta, (5/12).

Baluki menceritakan dalam pembicaraanya dengan penduduk Makkah secara langsung melelaui telepon semalam, mereka menceritakan masuk ke Masjidil Haram masih dibatasi.

Bukan hanya jumlah orang yang harus mendaftar melalui aplikasi waktunya pun ditentutkan. Orang Makkah sendiri ketika akan masuk ke Masjidil Haram kini harus melalui banyak prosedur pengecekan.

”Jadi jangankan orang asing, orang Makkah sendiri juga belum nyaman ketika akan berkunjung ke Makkah. Dan bagi para penyelenggara umrah situasi ini menandakan kondisinya memang masih belum kondusif,” ujarnya.

Menurut Baluki, dari sumber yang dipunyainya pemerintah Arab Saudi juga belum jelas menentukan kapan umrah bisa dilakukan dengan sedikit lebih leluasa.

“Pemerintah Saudi belum memberikan tanda-tandanya. Kita lihat sampai Januari depan apakah jemaah Indonesia bisa melakukan umrah atau tidak. Kalau sekarang sih belum,” katanya.

”Dan memang kami terus menunggu kapan waktunya Arab Saudi memberikan kesempatan umrah kepada Muslim Indonesia. Kami masih bertanya sebab mereka juga menganalisa situasi penanganan pandemi

Covid-19 di Indonesia. Jadi mereka pasti mempertimbangkannya. Mudah-mudah pihak Saudi segera memberi kesempatan umrah kepada jamaah asal Indonesia,” tegasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Datu Panjang Pengaron
apahabar.com

Habar

Pasca Haul Guru Sekumpul, Begini Kabar Terbaru Pejalan Kaki dari Palangkaraya
apahabar.com

Habar

Tablig Akbar bersama Ustaz Somad Kumpulkan Dana 1 Miliar
apahabar.com

Habar

Begini Riwayat Gelar “Wujud” di Belakang Nama Syekh Abdullah Al Banjari
apahabar.com

Habar

Jelang Idul Adha, Belasan Desa di Perbatasan Kotabaru Mendapat Sumbangan Hewan Kurban
apahabar.com

Habar

Tunda Haid Saat Naik Haji, Amankah?
apahabar.com

Religi

Kejujuran dan Sabda Rasul tentang Detak Jantung
apahabar.com

Habar

Tahun Baru, Kebijakan Terkait Umat Islam Perlu Diperhatikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com