Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Melalui Lensa Batola, Kantor Pertanahan Genjot Kesadaran Pembuatan Sertifikat

- Apahabar.com Minggu, 18 Oktober 2020 - 22:54 WIB

Melalui Lensa Batola, Kantor Pertanahan Genjot Kesadaran Pembuatan Sertifikat

Sejumlah warga Desa Purwosari Baru menyimak penjelasan manfaat kepemilikan sertifikat melalui Lensa Batola. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Mempertajam program-program konvensional, Kantor Pertanahan Barito Kuala (Batola) membuat gebrakan dalam penyuluhan kepemilikan sertifikat tanah.

Gebrakan yang diberi nama Lensa Batola tersebut diluncurkan, Minggu (18/10) siang, di Desa Purwosari Baru Kecamatan Tamban.

Garis besar Lensa Batola adalah sosialisasi manfaat kepemilikan sertifikat melalui pesan audio visual. Pesan tersebut disampaikan melalui televisi yang dipasang di pusat kegiatan desa seperti pasar.

Meski tidak semewah videotron, pesan yang disampaikan terbilang berisi. Selain anjuran dari pejabat daerah, video diisi manfaat dan cara mendapatkan sertifikat tanah.

Pun video yang diputar tidak melulu satu materi. Melalui jaringan tersendiri, materi dapat diperbaharui melalui Kantor Pertanahan Batola di Marabahan.

Khusus momentum peluncuran, masyarakat secara bergantian diberi kesempatan menonton tayangan. Selanjutnya mereka diberi pertanyaan seputar materi tayangan. Untuk setiap jawaban yang benar, Kantor Pertanahan memberikan door prize.

“Kami berharap Lensa Batola membuat masyarakat lebih paham dan mengerti arti penting memegang sertifikat tanah,” ungkap Ahmad Suhaimi, Kepala Kantor Pertanahan Batola.

“Sebelumnya sosialisasi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Masyarakat diminta datang dan mendengarkan paparan penyuluh. Namun terkadang masyarakat yang datang sedikit, sehingga target kurang mengena,” imbuhnya.

Akibat sasaran yang tidak akurat, masyarakat kurang berminat dan bahkan cenderung apatis dengan pembuatan sertifikat. Mereka juga khawatir terjadi penyusutan luas dalam proses pengukuran.

“Faktanya hampir 6.000 sertifikat bidang tanah yang belum diambil masyarakat. Ini bukan salah masyarakat, tetapi disebabkan instansi terkait kurang masif dalam memberikan penjelasan,” tegas Suhaimi.

Direncanakan Lensa Batola ditempatkan di dua titik lain, “Kami mengawali di Purwosari Baru, karena kawasan ini dilewati masyarakat dari tiga kecamatan sekaligus,” jelas Suhaimi.

Sementara hingga akhir 2020, Kantor Pertanahan Batola sedang mengukur 20.000 bidang dengan target sertifikat 3.748. Dijadwalkan masyarakat sudah bisa menerima sertifikat masing-masing di akhir tahun.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar dengan manfaat sertifikat sebagai kekuatan hukum kepemilikan tanah, sekaligus mengantisipasi sengketa lahan,” sahut Sujinal, Kepala Desa Purwosari Baru.

“Selain menjadi payung hukum, sertipikat juga dapat dijadikan sebagai jaminan pinjaman di bank,” tandasnya.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Guru Fadlan dan Guru Ali Diisukan Mundur di Pilkada Banjar, Begini Tanggapan Keduanya
apahabar.com

Kalsel

Penyaluran Distribusi Air PDAM Bertahap
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanah Bumbu Kalsel, GTPP Tanbu: 1 Sembuh, 1 Positif
apahabar.com

Kalsel

Ketua IJTI Kalsel Ingatkan Rekan Jurnalis Lebih Waspada Saat Liputan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Salurkan Bansos Alumni Akpol 1991
apahabar.com

Kalsel

Motif Asmara Diduga Penyebab Pemuda Desa Tebing Siring Tala Nekat Gantung Diri
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan SMA Baru di Landasan Ulin Menunggu Restu Dewan
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Dewan Pers, Jurnalis Banjar Serap Banyak Ilmu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com