Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Melockdown Provinsi? Jokowi: Jangan Sok-sokan, Korbannya Masyarakat

- Apahabar.com Minggu, 4 Oktober 2020 - 12:45 WIB

Melockdown Provinsi? Jokowi: Jangan Sok-sokan, Korbannya Masyarakat

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto-net

apahabar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah tidak gegabah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Dia menyebut, kebijakan yang salah akan mengorbankan masyarakat.

“Tidak, tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota atau me-lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat. Tetapi kita serius mencegah penyebaran wabah supaya tidak meluas,” kata Jokowi dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), seperti dikutip apahabar.com dari detikcom, Minggu (4/10).

Jokowi menegaskan bahwa hasil upaya mencegah penyebaran Corona merupakan suatu hal yang penting. Namun, dia menekankan, agar melihat hasil tersebut bukan berdasarkan perkiraan.

“Hasilnya bagaimana? Ini yang terpenting. Mari kita menilai berdasarkan fakta dan data, dan bukan berdasarkan kira-kira,” ucapnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sendiri menilai penanganan pandemi Corona di Indonesia cukup baik. Jokowi mengajak semua pihak untuk menilai penanganan Corona di Tanah Air berdasarkan fakta.

“Saya bisa mengatakan penanganan COVID-19 di Indonesia tidak buruk, bahkan cukup baik. Maka saya hanya bicara fakta,” sebut Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap sejak awal kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi pandemi virus Corona. Meski demikian,

Jokowi menyebut kondisi ekonomi juga tetap harus diperhatikan.

“Kesehatan masyarakat, kesehatan publik, tetap nomor satu, tetap yang harus diutamakan. Ini prioritas,” ujar Jokowi dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Setpres, Sabtu (3/10).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kunjungi Kediaman Idham Azis, DPR Sebut Keluarganya Harmonis dan Patut Diteladani
apahabar.com

Nasional

Wapres: Kinerja Pemerintah Tidak Cukup Dinilai 100 Hari
apahabar.com

Nasional

Bawaslu Gandeng Facebook Awasi Medsos Selama Pilkada
apahabar.com

Nasional

Viral Prank Daging Kurban Isi Sampah, Netizen Desak Pelaku Dibui
apahabar.com

Nasional

Hatam 2019, Jatam Tuntut Kewenangan Izin Tambang Gubernur Kaltim Dihapus
Hoaks Covid-19 Banyak Beredar di Facebook

Nasional

Hoaks Covid-19 Banyak Beredar di Facebook
apahabar.com

Nasional

Kabareskrim Baru Diharapkan Paham Keragaman Indonesia
apahabar.com

Nasional

Terduga Perampok BNI di Dumai Bawa Parang dan Sempat Ancam Nasabah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com