BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas

- Apahabar.com Selasa, 20 Oktober 2020 - 23:31 WIB

Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas

Menhub Budi Karya Sumadi, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya dan Bupati Barito Utara Nadalsyah, saat menggelar rapat di Bandara Haji Muhammad Sidik, Muara Teweh. Foto-IST

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Usai rapat di VIP room Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertolak ke Kabupaten Barito Utara.

Di Bandara Haji Muhammad Sidik, Muara Teweh, selain meninjau bandara, ia juga menggelar rapat di ruang tunggu keberangkatan, bersama Bupati Barito Utara H Nadalsyah.

Didampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto didampingi Plt Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya, Menhub membahas rencana pengembangan runaway dan pembebasan lahan.

Dalam kesempatan itu, Menhub menyampaikan keinginan presiden bahwa daerah terluar harus dijangkau dengan konektivitas sehingga karena mampu menyatukan bangsa ini.

Presiden selalu mengatakan transportasi itu peradaban, seperti bagaimana mendapatkan harga yang relatif murah dengan cara mengambil barang dari pusatnya.

“Saya pikir hal ini akan memajukan Barito Utara dan Murung Raya. Apa yang telah diupayakan saat ini bermanfaat,” ungkap Menhub, Selasa (20/10).

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan bahwa status lahan untuk runaway sepanjang 3 kilometer sudah dibebaskan dan tidak ada masalah.

Pembangunan bandara baru ini dinilai merupakan salah satu upaya pemerintah mempercepat kemajuan masyarakat di Kalteng.

Sebab daerah akan berkembang karena keberadaan bandara, yang memicu pertumbuhan banyak sektor.

Oleh karena itu lahan di sekitar bandara atau kawasan operasional penerbangan dalam mengeluarkan izin bangunan betul-betul sesuai petunjuk Dirjen Udara untuk bangunan di sekitar bandara.

Ia juga meminta agar ada edukasi masyarakat menjaga lokasi obyek vital di sekitar bandara.

Sementara itu area yang sudah dibebaskan agar dihibahkan ke Kementerian Perhubungan. Hal ini mencegah peruntukkan lain jika berganti kepala daerah.

Sementara itu, Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengaku bahwa bandara di Muara Teweh ini yang paling representatif di antara bandara di wilayah Barito.

Dengan posisinya yang berada di tengah bandara ini bisa mempercepat alur transportasi ke wilayah- wilayah yang menjadi tujuan khususnya, antara lain ke Palangka Raya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Akhirnya, Terdakwa Karhutla di Teweh Hanya Divonis 7 Bulan Penjara

Kalteng

Akhirnya, Terdakwa Karhutla di Teweh Hanya Divonis 7 Bulan Penjara
apahabar.com

Kalteng

Simpan Sabu, Penjaga Loket Agen Travel di Palangka Raya Kalteng Diciduk Polisi
apahabar.com

Kalteng

Magang di Diskominfo Kapuas, Dua Mahasiswa ITN Malang Buat Alat Cuci Tangan Otomatis
apahabar.com

Kalteng

Buron Curas di Kaltim Kejar-kejaran dengan Polisi Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Barito Utara Kembali Jadi Penyumbang Terbanyak Covid-19 di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Tindaklanjuti Perpres Terbaru Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19 Palangka Raya Bubarkan Kerumunan Massa di Salon
apahabar.com

Kalteng

Cegah Corona, Lapas Muara Teweh Wajibkan Pengunjung Napi Gunakan Hand Sanitizer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com