Latihan Dasar Pramuka di HST, Petakan Daerah Rawan Bencana Bupati Arifin Arpan Minta Maaf, Tak Ada Arakan Pengantin di HUT Tapin Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024 Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi!

Menjelang Libur Panjang, BNPB Minta Warga Hindari Kerumunan

- Apahabar.com Kamis, 22 Oktober 2020 - 19:59 WIB

Menjelang Libur Panjang, BNPB Minta Warga Hindari Kerumunan

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Foto-setkab.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat menghindari kerumunan saat libur panjang nanti.

Libur panjang berlangsung selama lima hari pada 28 Oktober sampai 1 November 2020 sehubungan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Memilih pilihan sesuai dengan kondisi masing-masing, pilihannya adalah liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan,” katanya dalam diskusi daring bertajuk “Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan, Libur Panjang, dan Cipta Kerja” di Jakarta, Kamis (22/10).

Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, di antaranya menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Ia menilai berada dalam kondisi berkerumun berpotensi meningkatkan potensi penularan Covid-19.

Untuk itu, ia mengharapkan pimpinan daerah memberikan penjelasan kepada aparat di bawahnya hingga level RT/RW untuk diingatkan kembali kepada warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, cuaca ekstrem juga perlu diwaspadai beberapa bulan ke depan karena sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan ada La Nina dengan potensi curah hujan lebih tinggi di sejumlah daerah Tanah Air.

“Saya ajak masyarakat untuk mengikuti informasi BMKG,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, data dari covid19.go.id mengungkapkan kasus dari penyakit akibat virus SARS CoV-2 itu di Indonesia per Kamis siang ada penambahan mencapai 4.432 kasus.

Sementara total kasus Covid-19 di Tanah Air mencapai 377.541 dengan penambahan pasien sembuh 3.497 orang, sehingga total ada 301.006 orang, dan pasien meninggal dunia mencapai 102 orang, sehingga total 12.959 jiwa.

Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan persentase angka kematian (CFR) Covid-19 di Indonesia mencapai 3,45 persen.

“Ini relatif, dibandingkan negara lain, kita lebih terkendali,” kata Airlangga, yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Indo Barometer Ragu Susunan Kabinet Langsung Diumumkan Usai Pelantikan
apahabar.com

Nasional

Tragis, Penumpang Kapal Pelni KM Bukit Siguntang Jatuh ke Laut
apahabar.com

Nasional

Cegah Covid-19, Jokowi Intruksikan Kampanye Masif Protokol Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Peringati 14 Tahun Tsunami, Nelayan Aceh Dilarang Melaut
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Presiden Jokowi Telah Terima Konsep Pertahanan Prabowo
apahabar.com

Nasional

Bansos Covid-19 Salah Sasaran, Mensos: Masih Bisa Diperbaiki
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Arab Saudi Beri Lampu Hijau, Travel Haji dan Umrah Kalsel Pesimistis
apahabar.com

Nasional

Masih Ingat Aa Gatot Brajamusti, Kini Telah Tiada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com