Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Menjelang Libur Panjang, BNPB Minta Warga Hindari Kerumunan

- Apahabar.com     Kamis, 22 Oktober 2020 - 19:59 WITA

Menjelang Libur Panjang, BNPB Minta Warga Hindari Kerumunan

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Foto-setkab.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat menghindari kerumunan saat libur panjang nanti.

Libur panjang berlangsung selama lima hari pada 28 Oktober sampai 1 November 2020 sehubungan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Memilih pilihan sesuai dengan kondisi masing-masing, pilihannya adalah liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan,” katanya dalam diskusi daring bertajuk “Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan, Libur Panjang, dan Cipta Kerja” di Jakarta, Kamis (22/10).

Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, di antaranya menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Ia menilai berada dalam kondisi berkerumun berpotensi meningkatkan potensi penularan Covid-19.

Untuk itu, ia mengharapkan pimpinan daerah memberikan penjelasan kepada aparat di bawahnya hingga level RT/RW untuk diingatkan kembali kepada warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, cuaca ekstrem juga perlu diwaspadai beberapa bulan ke depan karena sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan ada La Nina dengan potensi curah hujan lebih tinggi di sejumlah daerah Tanah Air.

“Saya ajak masyarakat untuk mengikuti informasi BMKG,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, data dari covid19.go.id mengungkapkan kasus dari penyakit akibat virus SARS CoV-2 itu di Indonesia per Kamis siang ada penambahan mencapai 4.432 kasus.

Sementara total kasus Covid-19 di Tanah Air mencapai 377.541 dengan penambahan pasien sembuh 3.497 orang, sehingga total ada 301.006 orang, dan pasien meninggal dunia mencapai 102 orang, sehingga total 12.959 jiwa.

Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan persentase angka kematian (CFR) Covid-19 di Indonesia mencapai 3,45 persen.

“Ini relatif, dibandingkan negara lain, kita lebih terkendali,” kata Airlangga, yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Fasilitas Kampus UMI Makassar Dirusak Ratusan Orang Tak Dikenal

Nasional

Gubernur Kalbar Waswas Pontianak Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pilkada Serentak 2020, ASN Diperingatkan Tak Terima Suap
apahabar.com

Nasional

Uji Klinik Obat Kombinasi Covid-19 Unair, Simak Ulasan Kritis BPOM
apahabar.com

Nasional

Garuda Indonesia dan Lion Air Tak Lagi Operasikan Boeing 737 – 8 Max
Sriwijaya

Nasional

Jenazah Kopilot Sriwijaya Air SJ182 Teridentifikasi, Termasuk 2 Penumpang

Nasional

Warga Geger Awan Mirip UFO Melayang di Atas Gunung Arjuno, BMKG : Bahayakan Penerbangan!
apahabar.com

Nasional

Intruksi Jilbab Masuk Kerah Dicabut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com