Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Menkes Terawan Minta 3 Perusahaan Vaksin China Transfer Teknologi dengan Bio Farma

- Apahabar.com Senin, 12 Oktober 2020 - 13:46 WIB

Menkes Terawan Minta 3 Perusahaan Vaksin China Transfer Teknologi dengan Bio Farma

Bio Farma siap memproduksi massal RT-PCR Test Kit Covid-19. Foto-Bio Farma

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengajak tiga produsen vaksin Covid-19 China, Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerjasama transfer teknologi dengan Bio Farma.

Selain itu, Terawan juga mengajak kerjasama riset termasuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia. Menanggapi ajakan tersebut, Menteri Luar negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi menyambut baik ajakan kerja sama yang diajukan Pemerintah Indonesia.

“China bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam penelitian, produksi dan distribusi vaksin,” kata Wang Yi dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dikutip apahabar.com dari Liputan6, Senin (12/10).

Wang YI juga telah mengusulkan dan memberikan lampu hijau agar perusahaan Tiongkok berkolaborasi dengan perusahaan Indonesia. Dia ingin Indonesia menjadi manufacturing hub untuk vaksin di Asia Tenggara.

Selain itu, Wang Yi juga mendukung pertukaran antar lembaga penelitian medis untuk memastikan akses vaksin yang terjangkau.

“Mendukung pertukaran antar lembaga penelitian medis terkait untuk membantu memastikan akses ke vaksin yang terjangkau di seluruh kawasan dan di seluruh dunia,” kata Wang Yi.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan juga menyetujui usulan tersebut. Dia bahkan berharap kerjasama yang dijalin tidak hanya pertukaran antar lembaga penelitian medis.

“Saya ingin lebih banyak kerja sama antar rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, kolaborasi riset dan teknologi antara kedua negara,” kata Luhut.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jubir PKS Muda: Pada 22 Mei, Kedepankan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Golongan
apahabar.com

Nasional

Konfederasi Sarbumusi Upayakan Judical Review UU Cipta Kerja ke MK
apahabar.com

Nasional

Bahlil Jadi Menteri, Hipmi Canangkan Tahun Investasi
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda: H2 Pencarian, Basarnas Kerahkan Ratusan Personel
Pelajar Bunuh Begal di Malang Divonis Hukuman Pembinaan

Nasional

Pelajar Bunuh Begal di Malang Divonis Hukuman Pembinaan
apahabar.com

Nasional

Ini Kata Pengamat Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalsel
apahabar.com

Nasional

Selama Pandemi, Pengusaha Batik Optimalkan Penjualan Daring
apahabar.com

Nasional

KPK Diduga Tangkap Tangan Ketum PPP Romahurmuziy
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com