Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km

Menkeu: BI Juga Bisa Membeli SBN Pemerintah

- Apahabar.com Jumat, 16 Oktober 2020 - 07:33 WIB

Menkeu: BI Juga Bisa Membeli SBN Pemerintah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini Indonesia masih memiliki akses terhadap pasar dalam menyerap surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan Covid-19.

Sekali pun, menurutnya sempat ada kepanikan pelaku pasar pada April dan Juni 2020.

“Meski dalam situasi seperti itu Indonesia dengan reputasi yang baik, kami masih memiliki akses terhadap pasar,” katanya dalam CNBC Debate on Global Economy secara virtual di Jakarta, Jumat (16/10).

Menurut Menkeu, meski memasuki pasar keuangan saat terjadi turbulensi akibat pandemi Covid-19, namun SBN pemerintah masih diserap investor karena menawarkan bunga yang menarik.

Adapun imbal hasil SBN tenor 10 tahun adalah sebesar 6,9 persen per 1 Oktober 2020.

Menkeu melanjutkan saat ini pemerintah juga bekerja sama dengan pelaku pasar keuangan dalam negeri dan juga Bank Indonesia (BI).

Keterlibatan bank sentral dalam membeli SBN pemerintah di pasar perdana karena membutuhkan pembiayaan yang luar biasa besar dan dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya atau unprecedented.

“BI juga bisa membeli SBN pemerintah di pasar perdana tanpa menciptakan kesan bahwa kami akan mengancam independensi BI. Ini unprecedented, kami butuh banyak komunikasi, dalam waktu yang sama mendesain kebijakan apa yang tepat,” katanya.

Meski begitu, Menkeu memastikan kebijakan itu dilakukan secara hati-hati dan tidak sembarangan serta transparan.

Krisis pandemi Covid-19 membuat pemerintah memperlebar defisit fiskal APBN 2020 yang sebelumnya mencapai 1,7 persen kini menjadi 6,34 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah mengalokasikan Rp 695,2 triliun di antaranya untuk kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM hingga insentif usaha.

“Kami sangat prudent dan hati-hati menggunakan pilihan dan kebijakan dan instrumen. Ini sangat penting ketika kami harus menstabilkan pasar, ketika kami harus memiliki utang berkelanjutan dan juga agar kami mampu menyelamatkan masyarakat dan mata pencahariannya,” imbuh Menkeu, Sri Mulyani.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Grab Terima Investasi Rp2,1 Triliun dari Yamaha
apahabar.com

Ekbis

Tiket Pesawat Dorong Inflasi, Begini Penjelasan BI Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Corona Masuk Indonesia, Harga Emas Antam Tembus Rp 815.000 Per Gram
apahabar.com

Ekbis

Pangkalan Elpiji di Banjarmasin Banyak Terima Keluhan Terkait Isi Tabung
apahabar.com

Ekbis

Jaga Likuiditas Perbankan, LPS Turunkan Bunga Penjamin 25 BPS
apahabar.com

Ekbis

Semester Pertama 2019, City Car Ini Paling Diminati di Kalselteng
apahabar.com

Ekbis

Harga Sejumlah Sembako Meroket di HST
apahabar.com

Ekbis

Pangkas Impor Minyak Nasional, Intip Strategi Pertamina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com