Mobil Terbelah dan Terbakar Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen Latihan Dasar Pramuka di HST, Petakan Daerah Rawan Bencana Bupati Arifin Arpan Minta Maaf, Tak Ada Arakan Pengantin di HUT Tapin Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Mentan Memproyeksi Produksi Beras 2021 Capai 20 Juta Ton

- Apahabar.com Senin, 26 Oktober 2020 - 20:58 WIB

Mentan Memproyeksi Produksi Beras 2021 Capai 20 Juta Ton

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mendafatr sebagai konstituen Dewan Pers. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memproyeksi produksi beras dari hasil musim tanam I (MT I) yang dilakukan pada Oktober 2020 hingga Maret 2021 akan menghasilkan panen 20 juta ton setara beras.

Mentan Syahrul menjelaskan produksi setara 17-20 juta ton beras tersebut berdasarkan luas tanam padi MT I mencapai 8,2 juta hektare.

“Kita berharap di MT I tahun 2021 itu akan menghasilkan 20 juta ton, sehingga dari ‘carry over’ stok 7 juta ton, kalau sesuai rencana kita maka kurang lebih sampai Juli ada 27 juta ton beras,” kata Syahrul dalam konferensi pers penetapan target luas tanam di Ruang Agriculture War Room Kementan, seperti dilansir Antara, Senin (26/10).

Syahrul merinci bahwa produksi beras sepanjang 2020 mencapai 31,63 juta ton. Jumlah tersebut belum termasuk stok beras yang diperoleh dari musim tanam sebelumnya pada 2019/2020 yang mencapai 5,9 juta ton.

Dengan konsumsi beras Nasional sebesar 30,08 juta ton pada 2020, Syahrul mencatat stok beras hingga akhir Desember mencapai 7,45 juta ton, dan akan menjadi stok awal (carry over) tahun berikutnya.

Dengan perhitungan masa panen hingga Juni 2021, stok beras diperkirakan tahun depan mencapai 27 juta ton.

Di sisi lain, MT I Oktober 2020-Maret 2021 ini dihadapi dengan tantangan fenomena alam La Nina yang dapat menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor di lahan pertanian.

Oleh karena itu, Syahrul menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi dan mitigasi, salah satunya dengan melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, membentuk satuan brigade tanam, banjir dan hama, serta mengoptimalkan pompanisasi.

Ada pun wilayah andalan untuk mencapia target produksi beras ini adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan dan Sumatra Utara.

Untuk luas tanam mencapai 8,2 juta hektare, Kementan telah mempersiapkan benih sebanyak 205.000 ton dengan varietas tahan genangan, seperti Inpara 1-10, Inpari 29 dan Ciherang.

“Di saat pelemahan ekonomi terus menurun, mungkin sampai dua tahun kondisi ini masih akan kita hadapi. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan kembali pertanian kita,” kata Syahrul.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Beras Bergerak Tipis
apahabar.com

Ekbis

Kemenperin Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Teknologi di Semua Lini
apahabar.com

Ekbis

Lantik Mardani H Maming, Presiden Jokowi Ingin Investor Dilayani dengan Baik
apahabar.com

Ekbis

Juli, Kaltim Alami Inflasi 0,30 Persen
apahabar.com

Ekbis

Penerbangan Subsidi Buntok-Banjarmasin Turun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Kemajuan Vaksin Covid-19, Picu Harga Minyak Dunia Naik lebih dari 2 Persen
apahabar.com

Ekbis

Neraca Dagang September Surplus, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Permintaan Gula di Kalsel Capai 15 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com