Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel

Minta Negara Sebut Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law, SBY : Saya Nggak Yakin BIN Anggap Saya Musuh Negara

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 11:48 WIB

Minta Negara Sebut Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law, SBY : Saya Nggak Yakin BIN Anggap Saya Musuh Negara

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

apahabar.com, JAKARTA – Mantan Presiden ke-6 RI Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta negara menyebut dalang aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu, agar tidak dianggap menyebar berita bohong alias hoaks.

“Lebih bagus kalau memang menggerakkan, menunggangi, membiayai itu oleh negara dianggap kejahatan, melanggar hukum, dan hukum harus ditegakkan lebih baik disebutkan. Kalau tidak, nanti dikira negaranya dianggap melakukan hoaks,” kata SBY lewat akun Youtube pribadinya, Senin (12/10/2

SBY mengaku tak yakin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Badan Intelijen Negara (BIN) menuduh dirinya sebagai dalang yang menggerakan, menunggangi, dan membiayai aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Ciptaker tersebut.

“Hubungan saya dengan Airlangga selama ini baik, dengan Luhut juga baik, dengan BIN juga enggak ada masalah. Saya enggak yakin BIN anggap saya sebagai musuh negara,” ujarnya.

Baca Juga : SBY ‘Tantang’ Airlangga, Luhut dan BIN Sebut Dalang Kerusuhan Demo Tolak UU Omnibus Law

Baca Juga : @KetumProdem Terkejut Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi Pukul 04.00 Subuh

SBY mendesak negara menyebut dalang yang menggerakkan, menunggangi, hingga membiayai aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir ricuh di sejumlah daerah, termasuk Jakarta.

Menurut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, jika tidak mengungkap siapa dalang kerusuhan, nanti negara dianggap menyebar berita bohong alias hoaks.

Presiden ke-6 RI itu lantas meminta dalang yang diklaim menggerakkan, menunggangi, dan membiayai demonstrasi UU Cipta Kerja ditanya langsung kepada Airlangga, Luhut, dan BIN.

Ia meyakini, Airlangga Hartarto, Luhut Binsar Pandjaitan, dan BIN mau mengungkap pihak yang disebut menunggangi aksi pada 8 Oktober 2020 lalu tersebut.

“Saya yakin beliau kalau ditanya pers, oleh rakyat mesti mau menjelaskan. Begitulah etika yang harus dimiliki siapapun yang sedang mengemban amanah memimpin negeri ini,” kata SBY sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tanggapi Isu kebangkitan PKI, Jenderal (Purn) Agum Gumelar: Basi!
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Tegaskan Tak ada Tawaran Jadi Direksi BUMN
Bakar Bendera

Nasional

Polisi Telusuri Video Viral Pria Bakar Bendera Merah Putih
apahabar.com

Nasional

Umat Kristen Jaga Mesjid di Selandia Baru, PWNU Kalsel: Seperti Banser yang Jaga Gereja
apahabar.com

Nasional

Firli Bahuri Jalani Sidang Etik Dewas KPK
apahabar.com

Nasional

Yuliandre, Komisioner KPI Pusat Masuk Bursa Menteri Milenial
apahabar.com

Nasional

Diduga Lakukan Gratifikasi, KPK Tahan Tersangka HTS Bersama Mantan Bupati Subang
apahabar.com

Nasional

Gaji ke-13 Cair Agustus, Simak Daftar PNS Penerimanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com