Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas

MITI Malaysia Batasi 10 Persen WFO Saat PKPB

- Apahabar.com Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:50 WIB

MITI Malaysia Batasi 10 Persen WFO Saat PKPB

Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) Malaysia membatasi hanya 10 persen manajemen dan pengawas yang diperbolehkan bekerja di kantor (Work From Office/WFO). Sumber: Antara

apahabar.com, ANTARA – Terapkan Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB), Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) Malaysia membatasi hanya 10 persen manajemen dan pengawas yang diperbolehkan bekerja di kantor (Work From Office/WFO).

“Pemerintah setuju mengizinkan pihak manajemen dan pengawas yang berada di kantor bagi negara bagian (provinsi) yang menjalani PKPB,” ujar Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Datuk Seri Mohamed Azmin Ali di Putrajaya, Rabu (21/10).

Pemerintah Malaysia telah menerapkan PKPB di Negara Bagian Selangor, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Putrajaya mulai 14 Oktober hingga 27 Oktober 2020 terkait peningkatan Covid-19.

Mereka yang diperbolehkan WFO diantaranya tugas yang melibatkan akuntansi, keuangan, administrasi, perundang-undangan/hukum, perencanaan dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).

“Keputusan ini diambil sebagai tanggungjawab bersama untuk melindungi kesehatan rakyat dan pekerja,” katanya.

Dia mengatakan mereka dibenarkan hanya berada di kantor dibatasi hanya empat jam saja mulai jam 10.00 pagi hingga jam 14.00 petang untuk tiga hari seminggu.

Untuk tujuan ini, kata Mohamed Azmin, perusahaan-perusahaan tidak perlu mengemukakan permohonan.

“Manajemen hanya perlu mengeluarkan surat izin perjalanan bagi setiap staf yang dibenarkan bekerja sepanjang tempo PKPB. Majikan juga perlu menetapkan garis panduan mengikuti keperluan perusahaan masing-masing,” katanya.

MITI memutuskan untuk melaksanakan keputusan Majelis Keamanan Negara (MKN) supaya pihak industri memperkenalkan dasar Bekerja Dari Rumah (BDR) atau Work From Home (WFH) bagi staf manajemen dan pengawasan.

Azmin mengatakan berdasarkan sistem pangkalan data MITI COVID-19 Intelligent Management System (CIMS) jumlah pekerja yang terdaftar dalam sektor produksi, pelayanan dan konstruksi di Sabah, Labuan, Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya adalah sebanyak 3.1 juta orang. (Antara)

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan Keji di Masjid Selandia Baru Terancam Hukuman Seumur Hidup
apahabar.com

Internasional

Riset: 9 dari 10 Pasien Sembuh Covid-19 Alami Efek Samping
apahabar.com

Internasional

3 Bulan Menanti, 20 WNI ABK di Prancis Akhirnya Pulang ke Tanah Air
apahabar.com

Internasional

10 Peserta Terbaik IndonesiaNEXT 2018, Salah Satunya dari Kalimantan
apahabar.com

Internasional

Hasil Pilpres AS 2020, Pidato Joe Biden: Kita Akan Menang!
apahabar.com

Internasional

Selamat dari Penularan Virus Corona, Donald Trump Tak Takut Covid-19
apahabar.com

Internasional

Ajak Bermain Anjing, Presiden AS Terpilih Terkilir
apahabar.com

Internasional

Analisis Kotak Hitam, Pesawat Ukraina Jatuh Setelah Dihantam 2 Rudal Iran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com