Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Mulai Longgar, Perjalanan China ke Hongkong Tak Wajib Karantina

- Apahabar.com     Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:03 WITA

Mulai Longgar, Perjalanan China ke Hongkong Tak Wajib Karantina

ilustrasi. Sumber: Antara

apahabar.com, FUZHOU – Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR) mulai memberi kelonggaran bagi mereka (dari China Daratan) yang akan memasuki wilayahnya. Sejak November mendatang, mereka memberlakukan aturan baru, yakni tidak perlu karantina (14 hari).

Di lansir dari Antara, saat ini bagi orang yang tiba di Hong Kong dari China wajib menjalani karantina selama 28 hari.

Karantina wajib dilakukan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, selama 14 hari dan di Hong Kong 14 hari sisanya.

Pencabutan kewajiban tersebut mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, demikian dilaporkan laman berita China News, Kamis.

Kebijakan baru itu sangat membantu orang-orang yang mendesak ingin kembali ke Hong Kong, seperti untuk perawatan kesehatan dan mengurus berbagai persoalan keuangan dan pajak, demikian penuturan Wakil Direktur Pusat Pelayanan Konsultasi Serikat Perdagangan Hong Kong di Shenzhen, Fung Wing Cheong.

Demikian halnya dengan Ko Shing Cu (75), warga Hong Kong di Shenzhen, yang menyambut gembira kebijakan baru itu karena bisa memberikan kesempatan baginya untuk menjalani konsultasi medis dan pengobatan di Hong Kong.

Karantina 14 hari di Shenzhen membuat dia tidak nyaman, selain juga menghabiskan banyak uang, sehingga dia tidak akan kembali ke Hong Kong sebelum aturan pembatasan tersebut dicabut.

Spesialis saluran pernapasan Hong Kong Leung Chi Chiu menilai saat ini waktu yang paling tepat mencabut kewajiban karantina karena risiko penularan COVID-19 di China lebih rendah daripada di Hong Kong.

Namun untuk meminimalkan risiko penularan di Hong Kong, dia menyarankan otoritas setempat mewajibkan siapa saja yang datang dari China harus menunjukkan surat atau sertifikat kesehatan yang di dalamnya mencantumkan tidak pernah mengunjungi wilayah berisiko tinggi COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Pemerintah HKSAR berencana mengeluarkan aturan kewajiban menunjukkan hasil negatif tes asam nukleat (tes usap) bagi siapa saja yang baru datang dari China.

Sementara itu, orang di luar China yang masuk ke Hong Kong tetap diwajibkan menjalani karantina di hotel dengan biaya sendiri.

Sama halnya dengan di China daratan. Siapa saja yang baru datang dari negara lain wajib melakukan karantina di hotel yang ditentukan pemerintah setempat atas biaya sendiri.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Samuel Paty

Internasional

Fakta Baru Kasus Kartun Nabi Muhammad di Prancis: ‘Kabar Hoaks’ Picu Pembunuhan Samuel Paty
Singapura

Internasional

Duh, Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Varian Baru Virus Corona asal Inggris
apahabar.com

Internasional

Lawan China, Biden: AS dan Sekutu Perlu Tetapkan Aturan Perdagangan

Internasional

Trump Ancam Gunakan Militer, Menhan AS Menolak
Masjidil Haram

Internasional

Insiden Salat Jumat di Masjidil Haram, Begini Pengakuan Pria Penyerang Khatib
PBB

Internasional

Sekjen PBB: Potensi Korupsi Melebar di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Pangeran Abdul Azim Wafat, Brunei Berkabung 7 Hari
Menlu RI

Internasional

Indonesia Bahas Kerja Sama dengan Italia dan Kanada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com