Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel Hasil Sementara Rapid Test Bawaslu Batola, 44 Pengawas Reaktif Cek Fakta Ada Begal di Astambul, Simak Penjelasan Polisi Pengumuman! Pemerintah Bakal Rombak Habis Sistem Gaji dan Pangkat PNS

Mulai Longgar, Perjalanan China ke Hongkong Tak Wajib Karantina

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:03 WIB

Mulai Longgar, Perjalanan China ke Hongkong Tak Wajib Karantina

ilustrasi. Sumber: Antara

apahabar.com, FUZHOU – Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR) mulai memberi kelonggaran bagi mereka (dari China Daratan) yang akan memasuki wilayahnya. Sejak November mendatang, mereka memberlakukan aturan baru, yakni tidak perlu karantina (14 hari).

Di lansir dari Antara, saat ini bagi orang yang tiba di Hong Kong dari China wajib menjalani karantina selama 28 hari.

Karantina wajib dilakukan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, selama 14 hari dan di Hong Kong 14 hari sisanya.

Pencabutan kewajiban tersebut mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, demikian dilaporkan laman berita China News, Kamis.

Kebijakan baru itu sangat membantu orang-orang yang mendesak ingin kembali ke Hong Kong, seperti untuk perawatan kesehatan dan mengurus berbagai persoalan keuangan dan pajak, demikian penuturan Wakil Direktur Pusat Pelayanan Konsultasi Serikat Perdagangan Hong Kong di Shenzhen, Fung Wing Cheong.

Demikian halnya dengan Ko Shing Cu (75), warga Hong Kong di Shenzhen, yang menyambut gembira kebijakan baru itu karena bisa memberikan kesempatan baginya untuk menjalani konsultasi medis dan pengobatan di Hong Kong.

Karantina 14 hari di Shenzhen membuat dia tidak nyaman, selain juga menghabiskan banyak uang, sehingga dia tidak akan kembali ke Hong Kong sebelum aturan pembatasan tersebut dicabut.

Spesialis saluran pernapasan Hong Kong Leung Chi Chiu menilai saat ini waktu yang paling tepat mencabut kewajiban karantina karena risiko penularan COVID-19 di China lebih rendah daripada di Hong Kong.

Namun untuk meminimalkan risiko penularan di Hong Kong, dia menyarankan otoritas setempat mewajibkan siapa saja yang datang dari China harus menunjukkan surat atau sertifikat kesehatan yang di dalamnya mencantumkan tidak pernah mengunjungi wilayah berisiko tinggi COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Pemerintah HKSAR berencana mengeluarkan aturan kewajiban menunjukkan hasil negatif tes asam nukleat (tes usap) bagi siapa saja yang baru datang dari China.

Sementara itu, orang di luar China yang masuk ke Hong Kong tetap diwajibkan menjalani karantina di hotel dengan biaya sendiri.

Sama halnya dengan di China daratan. Siapa saja yang baru datang dari negara lain wajib melakukan karantina di hotel yang ditentukan pemerintah setempat atas biaya sendiri.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis
apahabar.com

Internasional

KTT APEC Sepakati Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur
apahabar.com

Internasional

Bank Sentral Eropa Perkenalkan Mata Uang Digital ke 19 Negara
apahabar.com

Internasional

Hari Ini Singapura Buka Gerbang untuk Turis

Internasional

Siang Bolong, Rapper Mo3 Tewas Diberondong Senapan
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Hentikan Sementara Penerbangan Internasional
apahabar.com

Internasional

Moderna Berencana Jual Vaksin Covid-19 Seharga Rp 720.000 per Paket
apahabar.com

Internasional

Vaksin Covid-19, Siapa Orang Pertama yang Disuntik?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com