Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Nasihat Tokoh Adat Pagatan: Jangan Pilih Pemimpin yang Beri Pengalaman Buruk Pada Generasi Muda

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 20:33 WIB

Nasihat Tokoh Adat Pagatan: Jangan Pilih Pemimpin yang Beri Pengalaman Buruk Pada Generasi Muda

Burhansyah saat berkampanye untuk pasangan SHM - MAR di Desa Satiung. Foto-Puja Mandela

apahabar.com, BATULICIN – Tokoh adat Pagatan, H Burhansyah, meminta masyarakat cerdas dalam memilih bupati dan wakil bupati pada Pilkada Tanah Bumbu.

“Jangan pilih yang ngaku berpengalaman, tapi laporan keuangannya dapat rapor merah terus,” kata Burhansyah yang jadi juru kampanye paslon Syafruddin H Maming dan Alpiya Rakhman di Desa Satiung Muara, Rabu (7/10).

Burhansyah yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Tanah Bumbu dua periode itu mengaku sangat memahami kondisi luar dan dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu sejak berdiri pada 2003 silam.

Dia mengatakan pada era sebelum Mardani, laporan keuangannya selalu mendapat nilai merah. Itu berbeda dengan era MHM yang selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Saya ini pernah jadi orang luar, juga pernah jadi orang dalam. Jadi saya sangat paham situasinya,” kata Burhansyah.

Data diperoleh media ini, pada era Zairullah Azhar, Pemkab Tanah Bumbu dua kali tanpa ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan, satu kali disclaimer, dua kali berstatus tidak wajar, dan tiga kali Wajar Dengan Pengecualian.

Sementara di era MHM, Pemkab Tanah Bumbu berhasil mendapat status Wajar Tanpa Pengecualian dari 2013 sampai 2017.

Burhansyah juga menilai Kabupaten Tanah Bumbu memiliki tradisi dipimpin oleh tokoh muda. Dia mencontohkan saat Zairullah melawan Murad Baso pada 2005, pemenangnya adalah Zairullah yang berusia lebih muda.

Kemudian, pada 2010 saat MHM – Difriadi Darjat berhadapan dengan Hamsyuri – Sartono, yang menjadi pemenang adalah MHM – Difriadi.

Lalu pada 2015, saat MHM berpasangan dengan Sudian Noor dan berhadapan dengan Abdul Hakim Gusti Hafizi, pemenangnya adalah MHM – Sudian Noor.

“Sudah tiga kali tokoh yang berusia lebih muda menang Pilkada. 9 Desember nanti kita bikin yang keempat kali. Pokoknya jangan pilih pemimpin yang sudah memberikan pengalaman buruk pada generasi muda,” tandasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Denny Indrayana

Politik

Denny Beber 3 Modus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Covid-19 Paman Birin
apahabar.com

Politik

Gelar Deklarasi, Cuncung – Alpiya Resmi Maju di Pilkada Tanah Bumbu!
Mengintip Kesiapan Calon Perseorangan di Pilbup Banjar, RF Dilema?

Politik

Mengintip Kesiapan Calon Perseorangan di Pilbup Banjar, RF Dilema?
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tapin Segera Rekrut Petugas Pengawas TPS
apahabar.com

Politik

Hal-hal yang Perlu Diketahui Terkait Debat Capres Malam Ini
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin 2020, Habib Alwi Klaim Peroleh Restu PKB
apahabar.com

Politik

Hasil Swab Mandiri Andin Negatif, KPU Kalsel Tak Mau Ambil Pusing
apahabar.com

Politik

Debat Perdana Pilbup Kotabaru, Dua Paslon Bertarung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com