Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Nasihat Tokoh Adat Pagatan: Jangan Pilih Pemimpin yang Beri Pengalaman Buruk Pada Generasi Muda

- Apahabar.com Rabu, 7 Oktober 2020 - 20:33 WIB

Nasihat Tokoh Adat Pagatan: Jangan Pilih Pemimpin yang Beri Pengalaman Buruk Pada Generasi Muda

Burhansyah saat berkampanye untuk pasangan SHM - MAR di Desa Satiung. Foto-Puja Mandela

apahabar.com, BATULICIN – Tokoh adat Pagatan, H Burhansyah, meminta masyarakat cerdas dalam memilih bupati dan wakil bupati pada Pilkada Tanah Bumbu.

“Jangan pilih yang ngaku berpengalaman, tapi laporan keuangannya dapat rapor merah terus,” kata Burhansyah yang jadi juru kampanye paslon Syafruddin H Maming dan Alpiya Rakhman di Desa Satiung Muara, Rabu (7/10).

Burhansyah yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Tanah Bumbu dua periode itu mengaku sangat memahami kondisi luar dan dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu sejak berdiri pada 2003 silam.

Dia mengatakan pada era sebelum Mardani, laporan keuangannya selalu mendapat nilai merah. Itu berbeda dengan era MHM yang selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Saya ini pernah jadi orang luar, juga pernah jadi orang dalam. Jadi saya sangat paham situasinya,” kata Burhansyah.

Data diperoleh media ini, pada era Zairullah Azhar, Pemkab Tanah Bumbu dua kali tanpa ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan, satu kali disclaimer, dua kali berstatus tidak wajar, dan tiga kali Wajar Dengan Pengecualian.

Sementara di era MHM, Pemkab Tanah Bumbu berhasil mendapat status Wajar Tanpa Pengecualian dari 2013 sampai 2017.

Burhansyah juga menilai Kabupaten Tanah Bumbu memiliki tradisi dipimpin oleh tokoh muda. Dia mencontohkan saat Zairullah melawan Murad Baso pada 2005, pemenangnya adalah Zairullah yang berusia lebih muda.

Kemudian, pada 2010 saat MHM – Difriadi Darjat berhadapan dengan Hamsyuri – Sartono, yang menjadi pemenang adalah MHM – Difriadi.

Lalu pada 2015, saat MHM berpasangan dengan Sudian Noor dan berhadapan dengan Abdul Hakim Gusti Hafizi, pemenangnya adalah MHM – Sudian Noor.

“Sudah tiga kali tokoh yang berusia lebih muda menang Pilkada. 9 Desember nanti kita bikin yang keempat kali. Pokoknya jangan pilih pemimpin yang sudah memberikan pengalaman buruk pada generasi muda,” tandasnya.

Polling Pilkada 2020
Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Dugaan Pelanggaran Pidana Pemilu Pilgub Kalsel, Bawaslu Akan Periksa Sekda HSU
apahabar.com

Politik

Dugaan Kampanye Terselubung Politisi PAN Tanbu Dinilai Langgar Kode Etik Dewan
apahabar.com

Politik

Kasdiono Legawa Lepas Jabatan Ketua Praksi Demokrat
apahabar.com

Politik

Mengukur Potensi Dua ASN Pemprov Kalsel Maju di Pilwali Banjarmasin 2020
apahabar.com

Politik

Didukung PDIP di Pilgub Kalsel, Klaim Muhidin Belum Terbukti
apahabar.com

Politik

Jelang Pendaftaran, Ini Jadwal Bapaslon Serahkan Berkas di KPU Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Dilema Uang Transpor Nontunai Saat Kampanye Terbuka
apahabar.com

Politik

TKN: Kemenangan Jokowi–Ma’ruf Sudah Tidak Terbendung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com