Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap

Neraca Dagang September Surplus, Rupiah Ditutup Menguat

- Apahabar.com Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:02 WIB

Neraca Dagang September Surplus, Rupiah Ditutup Menguat

Ilustrasi rupiah. Foto-Shutterstock via Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (15/10) sore ditutup menguat.

Penguatan rupiah disokong dari surplusnya neraca dagang September.

Rupiah ditutup menguat 28 poin atau 0,19 persen menjadi Rp14.690 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.718 per dolar AS.

“Dari eksternal, pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang mengurangi harapan untuk stimulus lebih lanjut sebelum pemilihan presiden 3 November mendatang,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Kamis.

Harapan stimulus mengalami pukulan karena Mnuchin mengatakan akan sulit untuk mencapai kesepakatan pada putaran berikutnya dengan Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi sebelum pemilu.

Kemajuan yang terhenti dalam pembicaraan terjadi karena proposal stimulus Gedung Putih senilai 1,8 triliun dolar AS dianggap tidak mencukupi oleh Pelosi, sementara Senat Partai Republik tidak nyaman dengan ukuran kesepakatan tersebut.

Pasar juga terus mengawasi pembicaraan Brexit, karena tenggat waktu pakta tentang hubungan Uni Eropa dengan Inggris semakin dekat. Pertemuan para pemimpin Uni Eropa pada Kamis (15/10) dan Jumat (16/10) akan memberi tahu negosiator Brexit mereka Michel Barnier untuk meningkatkan pembicaraan guna mendapatkan kesepakatan pada 1 Januari 2021.

Tetapi beberapa antusiasme hilang setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, bahwa dia kecewa karena tidak ada kemajuan lebih dalam dalam perundingan gersebut.

Dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI pada September 2020 mengalami surplus 2,44 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 14,01 dan impor 11,57 miliar dolar AS, sehingga Indonesia mengalami surplus untuk kelima kalinya tahun ini sejak Mei 2020.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.685 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.685 per dolar AS hingga Rp14.718 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.760 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.780 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ingat! Terhitung Hari Ini Bagasi Lion Tak Lagi Gratis
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Kamis Pagi Menguat 20 Poin
apahabar.com

Ekbis

Keputusan Tata Motors Pertahankan atau Lepas Jaguar Land Rover
apahabar.com

Ekbis

Di Ambang Kebangrutan, Pizza Hut Ajukan Perlindungan
apahabar.com

Ekbis

Pak Pos Sering Tersesat, DPMPTSP Banjarmasin Merugi
apahabar.com

Ekbis

UMKM Terpuruk, Bos Minyak di Kalsel Tawarkan Solusi
apahabar.com

Ekbis

Gapki Kalsel Keluhkan Pemberlakuan Moratorium Sawit
apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com