Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Omnibus Law Diprediksi Buat Sektor Teknologi Berkembang

- Apahabar.com Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:05 WIB

Omnibus Law Diprediksi Buat Sektor Teknologi Berkembang

Ilustrasi: Okezone.com

apahabar.com, JAKARTA – Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir menilai Omnibus Law UU Cipta Kerja akan membantu perkembangan sektor teknologi.

“Sudah banyak sekali perubahan yang terjadi secara makro baik itu dari sisi peraturan dan yang baru terjadi adalah Omnibus Law yaitu sesuatu yang menurut saya sangat game changer,” ujar Pandu dalam seminar Capital Market Summit & Expo 2020 di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Pandu, adanya Omnibus Law UU Cipta kerja menjadi kesempatan yang baik bagi sektor teknologi untuk terus tumbuh baik dari sisi investasi maupun tenaga kerja.

“Dan harus dilihat ini adalah untuk menjadi forward looking bagaimana membuat negara kita makin kompetitif ke depan. Baik dari sisi kompetisi maupun dari sisi positioning, in not just domestic market or regional market tapi dari sisi global market flow. Di sini lah menurut saya kesempatan emas buat kita semua,” kata Pandu.

Untuk 3 sampai 4 tahun ke depan, lanjut Pandu, menjadi momentum yang baik bagi sektor teknologi karena perkembangan Indonesia ke depan mau tidak mau akan selalu mengikuti sektor tersebut. Ia mencontohkan bagaimana penggunaan mobile technology oleh masyarakat yang semakin pesat.

“Jadi kalau 7-8 delapan tahun lalu kita masih ada yang namanya trust deficit ke sektor teknologi atau penggunaan aplikasi, sekarang saya berani bilang either trust-nya netral atau positif. Orang kini percaya memakai aplikasi untuk menaruh uang, untuk bertransaksi. Kalau dulu bayarnya pakai cash, sekarang penggunaannya menggunakan aplikasi yang ada yaitu menggunakan e-wallet. Dengan adanya Covid ini malah penggunaan e-wallet makin bertambah karena orang takut pegang uang,” ujar Pandu.

Presiden Komisaris SEA Group Indonesia itu pun menyoroti sektor perbankan di Tanah Air yang menurutnya sebagai salah satu yang terbaik dibandingkan negara lain dalam mengadopsi layanan finansial menggunakan mobile atau ponsel pintar.

“Jadi saya tentu akan fokus ke sana. E-commerce pun pasti dan semua derivatif dari e-commerce apakah itu logistik, apakah dari sisi social commerce, ataupun servis-servis yang akan ditawarkan dari sisi platform-platform e-commerce besar seperti Tokopedia. Jadi menurut saya dalam waktu 24 bulan ke depan ini growing trend yang memperkuat platform-platform tersebut. Tapi makronya juga harus dilihat, Omnibus Law itu menurut saya sesuatu yang game changer yang akan banyak ngebantu semua sektor termasuk sektor teknologi,” jelas Pandu. (Ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ibnu Sina: Ustaz Arifin Ilham Teladan Umat Islam

Nasional

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Dumai Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Ini Besaran Gaji PNS Setelah Resmi Dinaikan Jokowi
apahabar.com

Nasional

6 Kali Olah TKP, Periksa 131 Saksi, Bareskrim : Gedung Kejagung Sengaja Dibakar, Bakal Ada Tersangka
apahabar.com

Nasional

Debat Capres, Jokowi Sindir Balik Prabowo soal Korupsi
Hari Pers Nasional 2020

Nasional

24 Duta Besar Negara di Dunia Akan Hadir di HPN 2020 Kalsel
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Wali Kota Surakarta, Jokowi: Maju Saja
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi: ASEAN-Australia Perkuat Integrasi Ekonomi dan Dorong Stabilitas Keamanan di Kawasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com