3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Operasi Yustisi di HST, Polisi Amankan Pemuda Mandingin yang Bawa Sajam

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:31 WIB

Operasi Yustisi di HST, Polisi Amankan Pemuda Mandingin yang Bawa Sajam

Pelaku dan barang bukti sajam diamankan di Mapolres HST. Foto Husaini for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Anggota Polres Hulu Sungai Tengah (HST) mengamankan seorang pemuda yang melakukan tindak pidana saat operasi yustisi pada Kamis (22/10) malam.

Adalah HRF (18) warga Jalan Merdeka, Desa Mandingin RT 10, Kecamatan Barabai. Dia tertangkap tangan membawa senjata tajam (sajam).

Kapolres AKBP Danang Widaryanto melalui Ps Paur Subag Humas Polres HST, Aipda M Husaini menyebutkan HRF diamankan anggota pada pukul 22.00.

“Anggota saat itu tengah melaksanakan PAM operasi yustisi di Jalan Ir PHM Noor Kelurahan Barabai Utara,” kata Husaini pada apahabar.com, Jumat (23/10) pagi.

Tepat di simpang empat jalan tadi, lanjut Husaini, anggota polres melihat 3 laki-laki berboncengan tiga dengan sebuah motor.

Lantaran salah satunya tak menggunakan masker, anggota pun memberhentikan laju kendaraan mereka.

Anggota, kata Husaini curiga dengan salah satu rekannya lagi. Gerak-gerik HRF disebut mencurigakan.

Benar saja saat diperiksa, HRF membawa sebilah senjata tajam (sajam) dengan panjang besi 44 centimeter, lebar besi 3 centimeter.

Sajam ini bersarung kayu dengan panjang 47 centimeter dan hulunya sepanjang 14,5 centimter.

Sajam jenis parang itu terselip di pinggang belakang bagian tubuh HRF.

“Setelah ditanyai dan dimintai oleh petugas, tentang izin kepemilikan dan izin membawa sajam, pemuda ini tidak bisa menunjukan izin alias memang tidak memiliki izin,” terang Husaini.

Jelas HRF melanggar Pasal 12 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Sebab sajam yang dibawanya tanpa ijin serta tidak ada hubungan dengan pekerjaannya sehari-hari.

Selain itu tindakan HRF dinilai bisa menggangu Kamtibmas.

“HRF dan barang bukti diamankan ke Polres HST untuk proses hukum selanjutnya,” tutup Husaini.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Diganti Lagi, Wali Kota Banjarmasin Umumkan Plt Kasat Pol PP Baru
apabaar.com

Kalsel

Detik-Detik Pelantikan Kepala Negara, Polresta Banjarmasin Gelar Patroli Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Terbukti, Debu Batubara PT Talenta Cemari Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Satu Positif, Cuncung bareng Bang Dhin Bantu APD ke Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Berharap Masyarakat Mandiri, Karang Taruna Banjarmasin Gelar Pelatihan Menjahit Gratis
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kotabaru Bertambah 14 Kasus, 10 Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Dilindas Truk, Kakak Beradik Gagal ke Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Proyek Jalan di Pedesaan, Sayed Jafar Rela Jalan Kaki 2 Kilometer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com