Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November

- Apahabar.com     Selasa, 20 Oktober 2020 - 23:53 WITA

Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November

Keputusan pembelajaran tatap muka ini menguat setelah Disdik Banjarmasin mengeluarkan surat edaran (SE) terkait persiapan pembelajaran tatap muka terbatas. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Kapan belajar tatap muka kembali diberlakukan di Banjarmasin perlahan mulai terjawab.

Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin menargetkan November mendatang.

Namun sebelum itu Disdik akan meminta rekomendasi dulu dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin. Keputusan ini akan ditentukan pada Jumat (23/10) nanti.

“Apakah rekomendasi yang kami minta akan diberikan. Kalau Tim Gugus Tugas oke kita lanjutkan. Moga-moga di awal November,” ujar Totok, Selasa (20/10).

Sembari menunggu hasil rapat dengan gugus tugas, Totok mengira tingkat sekolah yang paling memungkinkan adalah SMP. Sedang SD masih abu-abu.

“Kalau SMP moga bisa, kalau SD masih belum bisa dipastikan,” ucapnya.

Keputusan pembelajaran tatap muka ini menguat setelah Disdik mengeluarkan surat edaran (SE) terkait persiapan pembelajaran tatap muka terbatas.

Surat tersebut ditujukan kepada pihak sekolah, baik SD maupun SMP.

Totok Agus Daryanto membenarkan adanya SE tersebut. SE bernomor 800/4477-Sekr/Dipendik/2020 dibuat berdasar surat keputusan bersama empat menteri. Yaitu Mendikbud, Menteri Agama, Menkes, dan Mendagri.

Di dalamnya dinyatakn bahwa pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran (TA) 2020/2021 dapat dilakukan secara bertahap di daerah zona hijau dan zona kuning.

“Ya gambarnya seperti di SE itu, karena itu juga menyesuaikan surat keputusan dari empat itu. Jadi regulasi itu bukan dari kita, tapi berdasarkan surat keputusan juga,” ujar Totok.

Ditambahkan, SE yang sudah disampaikan ke setiap kepala sekolah baik SD maupun SMP itu bisa dijalankan.

Namun keputusan memberlakukan pembelajaran tatap muka ini tak bisa diambil secara sepihak.

“Karena sekolah juga perlu persiapan. Perlu izin orang tua. Mereka mengizinkan atau tidak. Ini yang masih belum diketahui. Tugas sekolah yang mencari tahu ini. Mau enggak orang tua tatap muka. Kalau mereka setuju ya jalan,” katanya.

Total zona merah di Banjarmasin kini tersisa dua. Yakni Kelurahan Sungai Miai dan Seberang Masjid. Sedangkan zona kuning menyentuh 12 kelurahan.

Sisanya zona hijau yang jumlahnya mencapai 38 kelurahan dari total 52 kelurahan di Banjarmasin.

Sementara total kasus terkonfirmasi positif di Banjarmasin mencapai 3564 orang. Di antaranya 150 dirawat, 3078 sembuh dan 164 kematian.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Tukin, Pol PP Obrak-abrik BKD Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Objek Wisata di Loksado HSS Kembali Ramai Dikunjungi
apahabar.com

Kalsel

Identitas Jasad Pria Mengapung di Sungai Barito Terkuak, Begini Firasat Sang Kakak
apahabar.com

Kalsel

Error Sistem Bank Mandiri Dimonitor BI
apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Tegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Pintu Masuk Mahelat Lebo
apahabar.com

Kalsel

BMKG Masih Waspadai Karhutla di 3 Kabupaten
apahabar.com

Kalsel

Kesenian Jawa dan Bali Tampil di HUT ke-37 Desa Mustika  
apahabar.com

Kalsel

Siswa SMAN 4 HST Dibekali Wawasan Kebangsaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com