Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Pakar WHO Sebut Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar Tangani Pandemi Covid-19 dari Asia

- Apahabar.com Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:59 WIB

Pakar WHO Sebut Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar Tangani Pandemi Covid-19 dari Asia

Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss. Foto-Bloomberg/Stefan Wermuth via Bisnis.com

apahabar.com, JENEWA – Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa dan Amerika Utara harus mencontoh negara-negara Asia dalam aspek penanganan pandemi Covid-19

Kawasan Eropa yang dipantau WHO, yang mencakup Rusia, melaporkan hingga 8.500 kematian dalam sepekan terakhir, dan sebagian negara mengalami lonjakan kasus 50 persen, kata pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan, saat konferensi pers, Senin (19/10) waktu setempat.

Dalam beberapa bulan belakangan otoritas di Australia, China, Jepang serta Korea Selatan berhasil mengurangi penyebaran virus dengan menemukan kasus, mengisolasi mereka dan mengkarantina kontaknya, kata Ryan.

Penduduk mereka menunjukkan “tingkat kepercayaan yang lebih tinggi” terhadap pemerintah mereka, yang terus mempertahankan langkah pencegahan Covid-19.

“Dengan kata lain, mereka berlari melewati garis finis dan seterusnya, mereka masih berlari sebab mereka tahu bahwa pertandingan belum berakhir, bahwa garis finis itu salah. Begitu banyak negara yang menempatkan garis finis khayalan dan ketika mereka melewati ini mungkin mereka telah mengurangi kecepatan beberapa kegiatan mereka,” kata Ryan.

“Negara-negara di Asia, Asia selatan, Pasifik Barat yang menurut saya berhasil, benar-benar meneruskan kegiatan inti tersebut,” tambahnya.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak otoritas agar bertahan dalam perang melawan virus corona, yang telah menginfeksi 40 juta orang lebih dan menelan lebih dari 1 juta korban jiwa lainnya secara global, menurut hitungan terkini Reuters.

“Saya paham ada kelelahan, namun virus telah memperlihatkan bahwa begitu kita lengah, maka virus dapat muncul kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi dan mengancam rumah sakit serta sistem kesehatan,” kata Tedros.

Kim Sledge dari band Sister Sledge akan menyumbangkan hasil penjualan dari edisi khusus lagu hitnya “We Are Family” kepada WHO, kata badan PBB tersebut.

Sledge menuturkan bahwa pesan dari lagu tersebut memiliki makna yang bersifat pribadi selama pandemi: “Sebab saya memiliki dua anggota keluarga, suami dan putri saya, yang berprofesi sebagai dokter, yang berada di garda terdepan.”

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Rayakan Hari Nasional ke-90, Arab Saudi Hadirkan Super Star di Konser Tiga Kota
apahabar.com

Internasional

Presiden Jokowi hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP Secara Virtual
apahabar.com

Internasional

Malaysia Akan Kembali Terapkan Lockdown
apahabar.com

Internasional

Pergerakan Kapal Perang AS USS Barry di Selat Taiwan Dipantau Militer China
apahabar.com

Internasional

Ada Kabar Baik Vaksin, WHO: Tak Ada Waktu Berpuas Diri Terhadap Virus Corona
apahabar.com

Internasional

Cuaca Panas Tak Menghambat Corona, Ahli: Pakai Masker dan Jaga Jarak Solusinya
apahabar.com

Internasional

Trump Sebut Covid-19 Akan Hilang Meski Tanpa Vaksin
apahabar.com

Internasional

Penyiksaan WNI Kembali Terjadi di Malaysia, Kemlu RI Panggil Dubes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com