Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Pasar Wait and See, IHSG Diprediksi Bergerak Datar

- Apahabar.com Senin, 19 Oktober 2020 - 12:39 WIB

Pasar Wait and See, IHSG Diprediksi Bergerak Datar

Petugas keamanan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020). Foto-Antara/Puspa Perwitasari/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/10) pagi diprediksi bergerak datar.

Pelaku pasar masih menerapkan aksi wait and see.

IHSG dibuka menguat 13,34 poin atau 0,26 persen ke posisi 5.116,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,13 poin atau 0,53 persen ke posisi 787,58.

“IHSG hari ini kami perkirakan cenderung bergerak flat dan investor masih akan melakukan wait and see,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporannya di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin.

Dari pasar AS, akhir pekan lalu secara harian bergerak variatif. Pergerakan tersebut merefleksikan perkembangan stimulus fiskal dari AS yang saat ini masih terhenti pembahasannya.

Untuk pasar AS diperkirakan masih akan cenderung bergerak flat dan investor masih akan “wait and see” terhadap pemilu AS pada 3 November 2020 mendatang dan perkembangan vaksin Covid-19.

Dari perkembangan vaksin, ada sentimen positif dari Pfizer Inc yang berencana untuk mengajukan izin edarnya di AS pada awal November.

Namun, beberapa perusahaan dikabarkan menghentikan uji coba pengobatan tahap akhir vaksinnya seperti Eli Lilly dan Johnson & Johnson yang menghentikan uji cobanya dengan alasan efek samping yang belum bisa dijelaskan secara medis.

Di Indonesia sendiri perkembangan kasus harian Covid-19 terlihat sudah mulai melandai dengan penambahan 4.105 kasus pada Minggu dari hari sebelumny 4.301 kasus.

Namun jumlah penambahan kasus Covid-19 itu nampaknya belum merefleksikan klaster perumahan dari aksi demo omnibus law. Saat ini akumulasi terkonfirmasi berjumlah 361.867 kasus dengan 64.032 kasus aktif atau 17,7 persen dari terkonfirmasi.

Hari Jumat lalu IHSG bergerak flat namun secara mingguan ditutup menguat. Hal itu seiring dengan sentimen positif yang berasal dari dalam negeri yaitu sentimen dari UU Cipta Kerja, merger bank syariah milik BUMN dan rencana pembuatan pabrik baterai. Untuk pekan ini nampaknya sentimen penggerak pasar masih cenderung sama dengan sentimen pekan lalu.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 285,16 poin atau 1,22 persen ke 23.695,79, indeks Hang Seng naik 384,2 poin atau 1,58 persen ke 24.770,99, dan indeks Straits Times meningkat 12,96 atau 0,51 ke 2.545,98.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Menguat, Pasar Respons Positif Pidato Presiden Soal PSBB Total
apahabar.com

Ekbis

Neraca Perdagangan Kaltim Surplus USD 11,48 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Bank Indonesia Edukasi Puluhan Jurnalis Ekonomi Se-Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat
Tingkatkan Investasi di Pasar Modal, BEI Gandeng BKPM

Ekbis

Tingkatkan Investasi di Pasar Modal, BEI Gandeng BKPM
apahabar.com

Ekbis

Ria Lestari Baso, Raup Jutaan Rupiah lewat Bisnis Desain Grafis
apahabar.com

Ekbis

Stok Beras hingga Akhir Tahun Diprediksikan Capai 4,7 Juta Ton
apahabar.com

Ekbis

Corona Efek, Rupiah Pagi Ini Melemah 18 Poin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com