Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Pastikan Ekspor Benih Lobster Sesuai Regulasi, KKP Sidak di Beberapa Lokasi Penampungan

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:54 WIB

Pastikan Ekspor Benih Lobster Sesuai Regulasi, KKP Sidak di Beberapa Lokasi Penampungan

ilustrasi Sember: antara

apahabar.com, JAKARTA – Memastikan ekspor Benih Bening Lobster (BBL) dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi penampungan BBL di wilayah Tangerang, Banten.

“Kami ingin memastikan apakah semua standard operating procedure (SOP) dan aturan main terkait ekspor BBL dilaksanakan dan dipatuhi oleh pelaku usaha,” kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Tb Haeru Rahayu, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (29/10).

Menurut Dirjen yang akrab dipanggil Tebe ini, sidak dilakukan guna memastikan bahwa keran ekspor BBL yang sudah dibuka oleh KKP dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam sidak yang dilaksanakan di PT. Dua Putra Perkasa dan PT. Mina Jaya Wysia pada 28 Oktober 2020, Dirjen PSDKP dan Plt. Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini melakukan pemeriksaan terhadap BBL yang ditampung di fasilitas milik kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, dalam sidak tersebut juga diperiksa terkait kesesuaian jumlah BBL yang akan diekspor tersebut juga dicek oleh aparat KKP.

Meskipun tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran pada saat sidak tersebut, Tebe memastikan bahwa pengawasan terhadap tata kelola lobster akan semakin diintensifkan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran maupun kecurangan.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Zaini yang menyatakan pentingnya melihat implementasi tata niaga lobster di lapangan.

“Kami akan menelusuri ke lapangan, bagaimana implementasi tata niaga lobster ini termasuk sampai pada nelayan yang menangkap BBL,” ujar Zaini.

Pemanfaatan lobster telah diatur melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 12/PERMEN-KP/2020. Dengan peraturan tersebut, Menteri Edhy Prabowo berharap pemanfaatan lobster dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, meningkatkan geliat usaha budidaya, sekaligus menambah pendapatan negara dengan tetap mempertimbangkan aspek-aspek keberlanjutan baik dari sisi ekologi, sosial maupun ekonomi.

Sebelumnya terkait lobster, Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja menyebut bahwa aktivitas pelepasliaran lobster yang digalakkan KKP dapat membuat sejumlah kawasan perairan menjadi penuh dengan komoditas lobster tersebut.

“Hasilnya luar biasa. Daerah yang tadinya tidak ada lobster, jadi penghasil lobster. Yang tadinya tidak ada lobster, sekarang jadi penuh dengan lobster, dan akhirnya menjadi mata pencaharian bagi masyarakat. Nah ini suatu langkah maju dari kita semua,” kata Sjarief Widjaja.

Menurut Sjarief, pelepasliaran biota laut termasuk lobster tersebut bukan yang pertama kali, namun sudah sering KKP lakukan di berbagai wilayah Indonesia.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Marinir TNI AL Kirim Satgas Kemanusiaan ke Natuna, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Bukan Aceh, Daerah dengan Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Bappenas Susun Peta Jalan Pembangunan Kelautan Indonesia Berkelanjutan
apahabar.com

Nasional

47.896 Positif Covid-19 di Indonesia, 19.241 Berhasil Sembuh

Nasional

Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan!
apahabar.com

Nasional

Anggota DPR 2019-2024 Diminta Perkuat Keberadaan KPK
apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf Harap Presiden Pilih Menteri Muda dan Kreatif
apahabar.com

Nasional

KPK Ungkap Modus Anggaran Covid-19 Diselewengkan untuk Kepentingan Pilkada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com