Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Pemerintah Indonesia Upayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:54 WIB

Pemerintah Indonesia Upayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19

Ilustrasi simulasi pemberian vaksin Covid-19. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengupayakan pemerataan penerimaan vaksi Covid-19.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tak perlu khawatir soal pemerataan vaksin. Pemerintah memiliki skala prioritas bagi beberapa kelompok untuk menerima vaksin.

“Pemerintah mengupayakan pemerataan penerima vaksin nasional untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity,” ujarnya dalam acara konferensi pers virtual ‘Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Tanya Jawab Media’ di Media Center #SatgasCovid19 Graha BNPB Jakarta.

Wiku melanjutkan, proses pengadaan vaksin dilakukan melalui tahapan kompleks dan melibatkan kementerian dan lembaga (K/L) serta BUMN.

Presiden juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Tahap Pengembangan

Terbaru, pemerintah masih menyelesaikan tahapan pengembangan uji klinis fase 3 yang dilakukan di Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat.

Ada beberapa kandidat vaksin yang sedang dikembangkan, termasuk vaksin Merah Putih oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Kandidat vaksin hasil kolaborasi dengan kerja sama pihak luar negeri, di antaranya Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kimia Farma dengan G42 dari Uni Emirat Arab, dan Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan.

Hingga saat ini, kata Wiku, belum ada negara di dunia yang memproduksi vaksin Covid-19 secara massal.

Perkembangan pembuatan vaksin sendiri juga melanjutkan perkembangan sejarah virus corona yang menyerang manusia sejak tahun 1960-an. Sampai saat ini ada tujuh jenis virus corona dapat menginfeksi manusia. Jenis baru SARS CoV-2 atau virus penyebab Covid-19.

“Sampai saat ini ilmuwan masih terus mengenali karakteristik penyebab virus baru ini sebagai dasar pengembangan vaksin,” ujar dia, dikutip dari CNN Indonesia.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Istri Ustaz Maulana Meninggal
apahabar.com

Nasional

Kapolda Semangati Polisi di Lokasi Longsor Penambangan
apahabar.com

Nasional

Tiga Kasus Corona Baru Terdeteksi di Vietnam
apahabar.com

Nasional

Hadir di Haul Guru Sekumpul ke-15, Sandiaga Uno Ingin Jadikan Agenda Rutin Tahunan
apahabar.com

Nasional

Gubernur Jatim: PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang
apahabar.com

Nasional

OSO Kandidat Kuat Ketum Hanura
apahabar.com

Nasional

Dinyatakan Sembuh, Menhub Budi Karya Mulai Ikut Ratas Bersama Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jenazah Ani Yudhoyono Disemayamkan di Aula Riptaloka KBRI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com