Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Sibsidinya Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT

Pemilik Kurma yang Pelit, Tawaran Rasulullah pun Tak Dipedulikan

- Apahabar.com Minggu, 11 Oktober 2020 - 15:33 WIB

Pemilik Kurma yang Pelit, Tawaran Rasulullah pun Tak Dipedulikan

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – di zaman Rasulullah sebagaimana diceritakan Ibnu Abi Hatim dari al-Hakam bin Abban, dari ‘Ikrimah, yang bersum¬ber dari ‘Ibnu ‘Abbas bahwa ada seorang kaya mempunyai pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya yang fakir dan banyak anak.

Setiap kali pemilik kurma itu memetik buahnya, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu.

Apabila ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak orang fakir yang yatim itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan mereka. Bahkan, yang sudah masuk mulut pun dipaksanya keluar.

Orang fakir itu lalu mengadukan masalahnya kepada Nabi SAW. Kemudian Rasulu-l¬lah menemui pemilik kurma itu.

“Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si fulan itu. Sebagai gantinya, kamu akan mendapat pohon kurma yang lebih baik di surga.”

Si pemilik pohon kurma berkata: “Hanya begitukah tawaranmu? Aku mempunyai banyak pohon kurma, dan pohon kurma yang diminta itu adalah yang paling baik buahnya”. Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi.

Pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi SAW itu rupanya terdengar oleh Abu Ad-Dahda’ al-Anshari. Ia langsung menghadap Rasulullah SAW, “Seandainya pohon itu menjadi milikku, apakah tawaran itu juga berlaku bagiku?” Rasulullah menjawab, “Ya.”

Maka pergilah ia menemui pemilik pohon kurma. Kata si pemilik pohon kurma, “Apa¬kah engkau tahu bahwa Muhammad menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti po¬hon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku itu? Aku telah mencatat tawar¬an beliau. Aku banyak mempunyai pohon kurma, tetapi tidak ada yang selebat itu”.

Abu Ad-Dahda’ lalu bertanya, “Apakah engkau mau menjualnya?” Ia menjawab, “Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku. Tetapi, pasti tidak akan ada yang sanggup”. Abu Ad-Dahda’ bertanya lagi, “Berapa yang engkau inginkan?” Ia berkata, “Aku ingin 40 pohon kurma sebagai penggantinya.”

Abu Ad Dahda’ terdiam sejenak mendengar jawaban itu. Dia lalu kembali menjawab ucapan si pemilik pohon.

” Kamu meminta sesuatu di luar kewajaran, namun aku akan penuhi apa yang menjadi permintaanmu. Datangkan saksi dan aku akan menukar pohon kurmamu itu dengan empat puluh pohon kurma milikku.”

Transaksi pun terjadi. Abu Ad Dahda’ itu kemudian menyerahkan pohon tersebut kepada Rasulullah.

” Ya Rasulullah pohon kurma yang engkau kehendaki telah menjadi milikku. Mulai saat ini aku serahkan kepadamu,” kata si dermawan.

Rasulullah begitu senang menerimanya. Segera Rasulullah menemui keluarga miskin yang mengadu tadi.

” Ambillah pohon kurma itu untukmu beserta keluargamu,” kata Rasulullah.

Kisah ini merupakan asbabun nuzul turunnya ayat 5-11 Surat Al Lail.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

5 Cara Mengendalikan Hawa Nafsu
apahabar.com

Hikmah

3 Ciri-Ciri Orang yang Menyesal Menurut Imam Ghazali
apahabar.com

Hikmah

Jangan Tidur Setelah Sahur, Simak Alasannya
apahabar.com

Religi

Menelusi Riwayat Asiah Binti Muzahim, Istri Firáun yang Salehah
apahabar.com

Religi

Hindari Tindakan Asusila Malam Tahun Baru, Masjid Raya Sabilal Muhtadin “Tutup Pagar”
apahabar.com

Hikmah

Ingin Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat? Berikut 9 Amalannya
apahabar,com

Hikmah

Amalan-Amalan Bermuatan Sedekah Menurut Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

Keberangkatan Haji 2020 Dibatalkan, Menag: Ini Keputusan Pahit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com