MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Pemprov Kalsel Usul Pengangkatan Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian

- Apahabar.com Senin, 19 Oktober 2020 - 23:00 WIB

Pemprov Kalsel Usul Pengangkatan Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian

Rapat Kerja Wilayah DPW Perhiptani Kalsel 2020 di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), Senin (19/10) sore. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengusulkan pengangkatan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP).

Kepala Dinas Tanangan Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman berharap usulan itu segera ditindak.

“Nanti THL yang ada ini akan diperhatikan. Saya minta secepatnya waktu Menteri datang ke Kalsel belum lama ini. Paling tidak tahun depan ada pengangkatan,” ucap Syamsir Rahman di sela Rapat Kerja Wilayah DPW Perhiptani Kalsel 2020 di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI), Senin (19/10) sore.

Pengangkatan ini menyusul bakal dibukanya formasi CPNS untuk penyuluh pertanian pada 2021 mendatang.

Dibeberkannya, penyuluh pertanian di Kalsel saat ini membawahi sekitar 4-5 TKPP (tenaga kerja penyuluh pertanian) wilayah kerja.

Sementara itu, banyak para penyuluh tani yang sudah berusia lanjut dan tidak paham teknologi.

Diharapkan dengan adanya tenaga harian lepas TBPP itu dapat membantu petani Kalsel.

“Penyuluh itu ujung tombak, pendamping para petani. Untuk itu, kita tetap menyurati lewat Perhiptani,” ujar Syamsir.

apahabar.com

Kadis TPH Kalsel, Syamsir Rahman (tengah) didampingi Ketua DPW Perhiptani Kalsel, Sumedi dan Kadisbunnak Kalsel, Suparmi. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Sesuai instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, penyuluh pertanian dituntut mampu menjalankan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

“Sementara, penyuluh-penyuluh kita yang ada sudah tua dan gaptek (gagap teknologi). Padahal dibutuhkan mekanisme digital, ini yang harus kita perbaiki semua,” bebernya.

Sebagai informasi, rapat kerja dibuka oleh Gubernur Kalsel yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Ashari.

Lalu dihadiri pula Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Suparno.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Api Masih Membara, NU dan MUI ‘Martapura’ Gelar Shalat Istisqa dan Istighotsah untuk Bangsa
apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira untuk Paunjunan, Portal Jejangkit Dibuka Kembali

Kalsel

Hari ini Belum, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Gelar Salat Jumat Pekan Depan
apahabar.com

Kalsel

Dr Heru, Pejuang Medis Banjarmasin yang Wafat Diduga Tertular OTG

Kalsel

Nekat, Pria Pengangguran Rampas Motor Security Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kapasitas, Puluhan Anggota DPRD Banjarmasin Ikuti Bimtek
apahabar.com

Kalsel

Anak Muda di Indonesia Harus Diberi Ruang Untuk Berkarya
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Yusuf Lebih Sering Diam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com