OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Pengamat Sebut Masalah Layangan Sudah Lama Jadi Perhatian Dunia Penerbangan

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:28 WITA

Pengamat Sebut Masalah Layangan Sudah Lama Jadi Perhatian Dunia Penerbangan

Ilustrasi pesawat terbang. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Insiden sebuah layang-layang tersangkut di roda pesawat Citilink saat akan mendarat di Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta jadi pembicaraan hangat.

Peneliti sekaligus Pengamat transportasi di Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Yusa Cahya Permana mengatakan, permasalahan layang-layang sebenarnya sudah lama jadi perhatian di dunia penerbangan. Sebab, bermain layang-layang apalagi di kawasan bandara sangat mengganggu lalu lintas penerbangan.

“Kalau masalah layangan dan balon udara sebenarnya sudah cukup lama jadi perhatian dunia penerbangan, sejak periode akhir 90-an. Sebaiknya digali dari pemberitaan lama karena cukup lama sudah diekspos di media masalah ini,” kata Yusa saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10).

“Karena cukup mengganggu penerbangan meskipun tidak sampai ada insiden yang masuk pemberitaan,” sambungnya, dikutip dari Okezone.

Yusa menjelaskan daerah yang harus disterilkan dari benda-benda di atas langit sudah diatur dalam aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Dalam KKOP, diatur batas ketinggian bangunan hingga tidak diperbolehkan bermain layang-layang di kawasan dekat bandara.

“Tiap bandara punya kawasan KKOP sendiri. Seharusnya tidak ada bangunan atau rintangan dan kegiatan fisik yang melebihi batas ketinggian dalam KKOP bandara. Adapun masalah layangan seperti halnya balon udara sudah menjadi masalah lama keselamatan penerbangan kita,” bebernya.

Menurut Yusa, aparat penegak hukum sudah cukup informatif dan tegas dalam menegakkan aturan KKOP. Hanya saja, imbuhnya, diperlukan kesadaran tinggi masyarakat dalam menjalani aturan itu.

“Sedangkan untuk drone sudah sewajarnya pengoperasiannya di kawasan obyek strategis perlu izin,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

situs komik dewasa

Nasional

Buku SMA Muat Link Situs Dewasa, Kemendikbud Klaim Tautan Berubah
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Prabowo Disarankan Ngopi Bareng
apahabar.com

Nasional

Kasus Pemenggalan Kepala Bocah di Kalteng, Polisi Tepis Isu ‘Kayau’
apahabar.com

Nasional

Elite Partai Koalisi Jokowi-Ma’ruf Datang Kampanye Akbar di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Alasan DPR Kebut Pemilihan Kapolri
apahabar.com

Nasional

Mereka yang Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik, Nyawa Pun Dipertaruhkan
apahabar.com

Nasional

Gempa 3,1 SR Kembali Guncang Mamasa
Otonomi Khusus Papua

Nasional

Bahas Aturan Otonomi Khusus Papua, Wapres Panggil Mendagri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com