3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Penuhi Panggilan Penyidik Siang Ini, WR III ULM Tanpa Didampingi Kuasa Hukum

- Apahabar.com Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:07 WIB

Penuhi Panggilan Penyidik Siang Ini, WR III ULM Tanpa Didampingi Kuasa Hukum

Demontrasi mahasiswa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kalsel, Jl Lambung Mangkurat Banjarmasin, beberapa waktu lalu. Foto-dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhammad Fauzi akan memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polisi Daerah Kalimantan Selatan, Selasa (27/10) siang.

Ia dipanggil sebagai saksi terkait dugaan kasus pelanggaran penyampaian aspirasi di depan umum saat aksi unjuk rasa jilid II tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Banjarmasin, pada 15 Oktober 2020 kemarin.

Demonstrasi itu berbuntut pemanggilan Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa se Kalimantan Selatan (BEM Kalsel) Ahdiat Zairullah dan sejumlah massa lain.

Bahkan Ahdiat Zairullah telah menerima Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP).

“Iya benar,” ucap WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Muhammad Fauzi kepada apahabar.com, Selasa (27/10) pagi.

Meski dipanggil sebagai saksi, Fauzi dipastikan akan datang seorang diri ke Mapolda Kalsel.

Dalam artian tanpa didampingi kuasa hukum. “Tidak (didampingi kuasa hukum, red),” tutupnya singkat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochammad Rifai membenarkan pemanggilan sejumlah WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM tersebut.

“Sebelum turun, kami sudah aktif mengajak pihak universitas untuk ikut turun meredam aksi-aksi yang tidak diinginkan,” kata Rifai.

Hal yang sangat mendasar, kata Rifai, mahasiswa sudah melanggar aturan penyampaian aspirasi di depan umum. “Saat diimbau, mereka juga tidak mau membubarkan diri,” jelasnya.

Walhasil, terdapat beberapa surat keberatan dari pihak perkantoran dan masyarakat sekitar aksi unjuk rasa jilid II yang melaporkan ke Polda Kalsel.

“Ini sebagai pembelajaran agar nanti tidak kebablasan dalam menyampaikan aspirasi di depan umum. Ada hukumnya, meskipun ringan dan tidak ditahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ahdiat Zairullah terlebih dahulu memenuhi panggilan dari Direskrimum Polda Kalsel.

Ketua BEM ULM itu didampingi kuasa hukum dari Borneo Law Firm Muhammad Pazri.

Ahdiat dicecar 20 pertanyaan terkait aksi unjuk rasa jilid II tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Menuju Mekah, Jemaah Haji HST Mulai Terserang Penyakit
apahabar.com

Kalsel

4.788 Paket Sembako Disediakan DPC PATELKI di Pasar Murah RS TPT

Kalsel

Jelang Sahur, Warga Banjarmasin Geger Kemunculan Si Jago Merah
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Segera Uji Swab 10.000 Spesimen, Simak Kriterianya
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Mulai Ditinggal Mudik
apahabar.com

Kalsel

Terima Kunjungan Ketua PTUN Banjarmasin, Kapolresta Banjarmasin: Siap Bersinergi
apahabar.com

Kalsel

Sarniah Resmi Nahkodai BPC Hipmi Tanah Bumbu Periode 2020-2023
apahabar.com

Kalsel

Arutmin Gelar Donor Darah di Islamic Center Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com