Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Perdana, Pelukis Banua Hadirkan Pameran Tunggal “Suluk: Journey to Indepth Memory”

- Apahabar.com Jumat, 23 Oktober 2020 - 19:37 WIB

Perdana, Pelukis Banua Hadirkan Pameran Tunggal “Suluk: Journey to Indepth Memory”

Poster pameran lukisan karya Hajriansyah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Seniman asal Kalimantan Selatan, Hajriansyah, akan menggelar pameran tunggal pertamanya yang bertajuk “SULUK: Journey to Indepth Memory.”

Karya lukisannya itu akan dipajang di Kampung Buku, Jalan Sultan Adam Banjarmasin, mulai 24 Oktober hingga 9 November mendatang.

“Pameran ini telah saya siapkan kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya menemukan titik simpul untuk dipamerkan,” kata Hajriansyah dalam rilis yang diterima apahabar.com.

Sekira 15 lukisan bercorak ekspresionisme akan ditampilkan dalam pameran ini. Pameran perdananya ini dimaknai sebagai titik puncak dari pencapaian aktivitas keseniman untuk membangkitkan geliat seni rupa di Banua.

“Tumbuhnya para pelukis dan perupa adalah peristiwa kultural dalam menggelar karya-karyanya,” ungkapnya.

Kata “Suluk” yang dia pakai sebagai tema dalam pameran kali ini memiliki arti sebuah perjalanan batin dan rohani. Atau subyeknya biasa disebut salik. Istilah ini sering disebut dalam perbincangan spiritualitas atau mistik Islam.

“Saya sendiri memasuki ‘dunia’ semacam ini kurang lebih 10 tahun yang lalu, melalui seorang syekh tarekat,” bebernya.

Keinginan membuat pameran tunggal sebenarnya sudah muncul sejak tiga tahun silam. Baginya, pameran tunggal ini bukan sekadar mempertontonkan garis dan titik atau pencampuran warna saja. Makna lain yang memperkuat yaitu proses yang dia lewati.

“Yang jelas, setiap lukisan lahir dari suatu problem tertentu, kenangan yang tak mampu dijelaskan, karena tumpukan memori bawah sadar yang begitu tebal beberapa tahun terakhir ini,” ucap Hajriansyah.

Kampung buku dia pilih sebagai wadah untuk menunjukkan hasil karyanya tentu memiliki alasan tersendiri. Selain karena dia adalah pendirinya, tempat itu menjadi ruang ekspresi alternatif bagi masyarakat Banjarmasin.

Sebagai informasi, pameran tunggal ini akan dibuka pada Sabtu (24/10) pukul 20.30 WITA melalui program “Bacangkurah LK3”. Acara pembuka juga akan disiarkan secara langsung melalui media sosial LK3 dan Kampung Buku.

Sedangkan pameran terbuka untuk umum sejak 26 Oktober hingga 08 November setiap hari pukul 16.00 – 22.00.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pajero Sport Pacu Kinerja Anggota DPRD Kalsel? 

Kalsel

Bekas Luka Getah Cuka Picu Pembunuhan di Sutoyo S Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Baarak Naga: Berawal dari Peristiwa Gaib
apahabar.com

Kalsel

Menengok Rumah Aspirasi Syafruddin H Maming, Cuncung Sediakan Wifi Gratis
apahabar.com

Kalsel

Pekan Ini, Status 2 Kelurahan Zona Merah Covid-19 Banjarmasin Ditentukan
Korban DBD di Banjarmasin Sudah Delapan Orang

Kalsel

Korban DBD di Banjarmasin Sudah Delapan Orang
apahabar.com

Kalsel

Persempit Gerak Koruptor Dana Desa, Satgas Lakukan Monitoring dan Evaluasi di HST
apahabar.com

Kalsel

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com