Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Peringati Maulid Nabi, Wapres Ma’ruf: Teladani Sifat Rasulullah SAW di Era Disrupsi

- Apahabar.com Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:17 WIB

Peringati Maulid Nabi, Wapres Ma’ruf: Teladani Sifat Rasulullah SAW di Era Disrupsi

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan pidato dalam acara Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang disiarkan dari Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (29/10/2020). Foto-Asdep KIP Setwapres via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan sikap dan teladan Rasulullah SAW yang terpuji harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di era disrupsi informasi saat ini.

“Dalam kesempatan Maulid Rasul ini, mari kita sebagai umat sayyidina Muhammad mencontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau. Sikap dan kepribadian sebagaimana dicontohkan oleh beliau Nabi Muhammad SAW tersebut, saat ini tidak mudah untuk diterapkan dan diteladani,” kata Ma’ruf Amin dalam acara Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang disiarkan dari Masjid Istiqlal Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (29/10).

Dikatakan Wapres Ma’ruf, di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, masyarakat seolah-olah sulit menaruh kepercayaan kepada pemimpin bangsa.

Kemudahan untuk mengakses informasi, salah satunya melalui media sosial, membuat masyarakat sulit menempatkan informasi yang benar dan salah.

“Di era disrupsi informasi seperti saat ini seakan sulit menaruh kepercayaan kepada pihak lain, bahkan kepada pemimpinnya. Pemutarbalikkan informasi menyebabkan banyak orang merasa bingung untuk memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar,” kata Wapres Ma’ruf.

Jika tanpa didasari dengan sikap bijaksana dalam menggunakan media sosial, maka hal itu akan menyebabkan saling curiga dan berprasangka buruk di antara masyarakat.

“Akhirnya, mereka menaruh curiga dan prasangka buruk (suudzan) terhadap semua informasi yang sampai padanya, terutama informasi terkait kebijakan pemimpin, meskipun sebenarnya informasi tersebut benar,” kata Ma’ruf.

Menilik sifat Nabi Muhammad, Ma’ruf mengatakan Rasulullah telah dikenal memiliki perilaku terpuji dan bisa dipercaya, sehingga siapa pun yang berinteraksi dengan Nabi Muhammad akan langsung menaruh kepercayaan.

“Semua sifat seorang pengemban Risalah dan Nubuwwah telah melekat pada diri beliau jauh sebelum beliau diangkat sebagai Rasul dan Nabi,” kata Ma’ruf lagi.

Selain itu, Nabi Muhammad juga memiliki kecerdasan luar biasa, yang terekam dalam Kitab Tarikh, dengan Nabi Muhammad memberi solusi atas perselisihan antarpemimpin Quraisy soal relokasi Hajar Aswad usai renovasi.

“Dengan bijak, beliau meminta semua pemimpin kabilah Quraisy bersama-sama memindahkan Hajar Aswad, yaitu dengan cara masing-masing memegang sisi kain yang di tengahnya ada Hajar Aswad. Kemudian beliau sendiri yang meletakkannya di tempatnya semula,” ujar Ma’Ruf.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sepekan Penerapan PSBB di Jakarta, Kasus Harian Covid-19 di Atas 1.000
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota Negara, Inkindo Imbau Pemerintah Tekan Biaya
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Alat PCR Covid-19 Kemenristek Diproduksi Massal
apahabar.com

Nasional

KPK Dikhawatirkan Kehilangan Taring Jika RUU Disahkan
apahabar.com

Nasional

Mendagri Sebut Kemauan dan Kemampuan Kepala Daerah Kunci Pengendalian Covid-19
apahabar.com

Nasional

Mengenang Aktor Robby Sugara: ‘The Big Five’ era 90-an
apahabar.com

Nasional

Jokowi Wacanakan Bangun Tol Hubungkan Kalsel dan Ibu Kota Negara
apahabar.com

Nasional

Heboh Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba di Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com