Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Petani Semringah, Harga Karet Lump di Tabalong Terus Merangkak Naik

- Apahabar.com     Sabtu, 31 Oktober 2020 - 11:09 WITA

Petani Semringah, Harga Karet Lump di Tabalong Terus Merangkak Naik

Para pengepul datang ke desa-desa untuk membeli karet warga. Foto - apahabar.com/Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Memasuki bulan November 2020, harga karet lump di Tabalong terus merangkat naik, membuat para petani semringah.

Jika pekan lalu harga jual karet lump dari petani ke pengepul berkisar Rp 8.700 sampai Rp 9.000 perkilogramnya, maka minggu ini naik jadi Rp 9.500 hingga Rp 10.000.

Salah seorang petani karet lump di Desa Padangin Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong Hamkani merasa bersyukur. Terlebih menurutnya kenaikan itu untuk karet lump lama.

“Pada Rabu tadi, kami karet ke pengepul seharga Rp 10.000 rupiah, ini karet lump lama,” ujar Kani sapaan akrabnya, Sabtu (31/10).

Dan hari ini, lanjut Kani, harga karet sudah Rp 9.700 sampai Rp 10.000 untuk karet lump basah, yang disadap dalam waktu satu minggu.

“Kami berharap harga karet ini akan terus naik sehingga mampu meningkatkan perekonomian warga, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu pengepul atau pembeli karet lump warga, Ahmad Dani mengakui memang ada kenaikan harga karet lump dalam beberapa pekan ini.

Bahkan kenaikan itu menurutnya bisa lebih dari itu, tergantung kualitasnya.

“Sabtu ini, kami membeli harga karet lump warga Rp 9.500 sampai Rp 10.000 tergantung kualitasnya juga, ” jelas Ahmad.

Ditambahkan Ahmad, naiknya harga, produksi karet petanipun terus meningkat. Ini karena petani semakin rajin menyadap.

“Bila sebelumnya saya mendapatkan 2 hingga 3 ton, kini naik jadi 4-5 ton setiap turun membeli karet petani, ” bebernya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kaltim dan Kalteng Kirim Utusan Sumpah Pemuda di Kaki Gunung Meratus
apahabar.com

Kalsel

Pagi Buta, Remaja Manunggal Kotabaru Diterkam Buaya Liar
apahabar.com

Kalsel

Dilindas Truk, Kakak Beradik Gagal ke Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sukses Birin-Rudy, Pengamat: Tidak Melulu Soal Infrastruktur
apahabar.com

Kalsel

Koleksi Buku Minim, Kepala PSBR Harapkan Hibah Dispersip Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Gelar Musdes, Rumuskan RPJMDes Sungai Awang
apahabar.com

Kalsel

Pasien Sembuh Bertambah, Kasus Covid-19 Batola Mulai Melandai
#SaveKPK

Kalsel

Aksi #SaveKPK Jilid II: Tak Bertemu Supian HK, Mahasiswa Janji Gelar Aksi Susulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com