Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Petinggi KAMI Ditangkap, Status Hukum Syahganda Nainggolan Belum Jelas

- Apahabar.com Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:40 WIB

Petinggi KAMI Ditangkap, Status Hukum Syahganda Nainggolan Belum Jelas

KAMI saat deklarasikan diri. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan ditangkap. Namun, status hukumnya hingga kini belum jelas.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan bahwa penangkapan itu dilakukan oleh tim penyidik dari Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Ya benar (penangkapan Syahganda),” kata Argo saat dikutip apahabar.com dari CNN Indonesia, Selasa (13/10).

Meski demikian, Argo belum membeberkan kasus apa yang diduga melibatkan Syahganda. Status hukum dari Syahganda pun sampai saat ini belum diketahui.

Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif KAMI yang lain, Ahmad Yani mengatakan bahwa penangkapan Syahganda dilakukan pada Selasa (13/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ahmad Yani menduga Syahganda ditangkap lantaran diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat dijemput petugas, Syahganda tidak didampingi kuasa hukum. Ahmad Yani mengatakan KAMI tengah menyiapkan tim advokasi sehingga nanti akan mendampingi Syahganda dalam menjalani proses hukum.

Selain Syahganda, Deklarator KAMI Anton Permana sudah lebih dulu ditangkap, yakni pada Minggu lalu (11/12). Anton ditangkap berkenaan dengan tulisan di akun Facebook pribadinya.

Anggota Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani menyayangkan sikap kepolisian yang langsung menangkap Anton Permana dan Syahganda Nainggolan. Menurutnya, jika berkenaan dengan UU ITE, seharusnya polisi melayangkan surat pemanggilan untuk diperiksa terlebih dahulu

“Menyangkut tulisan di Facebook. Seharusnya kalau menurut KUHAP dan berkaitan dengan UU ITE, pemanggilan dulu, bukan langsung ditangkap.” kata Ahmad Yani, anggota Komite Eksekutif KAMI.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Muskomwil V Apeksi Regional Kalimantan 2019, 9 Walikota Bahas Penguatan Daerah IKN
Jokowi Bahas Dua Hal Besar dengan Presiden Singapura

Nasional

Jokowi Bahas Dua Hal Besar dengan Presiden Singapura
apahabar.com

Nasional

Moeldoko: Ada Kelompok Pendompleng Ingin Perkeruh Situasi
apahabar.com

Nasional

UU Cipta Kerja Disahkan, Simak Ketentuan Upah Minimum Bagi Pekerja
apahabar.com

Nasional

KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Istrinya di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Mengerikan, 52 Orang Tewas Akibat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Jepang Intip Rencana Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

TNI: Tak Ada Pengamanan Khusus Jelang Natal di Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com