VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Polisi Tetapkan 87 Pengunjuk Rasa UU Cipta Kerja di Jakarta Sebagai Tersangka

- Apahabar.com Sabtu, 10 Oktober 2020 - 17:38 WIB

Polisi Tetapkan 87 Pengunjuk Rasa UU Cipta Kerja di Jakarta Sebagai Tersangka

Bentrokan massa tolak Omnibus Law dengan polisi di Harmoni. Foto-Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan sebanyak 87 orang sebagai tersangka dalam ricuh unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di sejumlah titik di Jakarta, pada Kamis (8/10).

“Kemarin saya bilang 285 orang yang kita dalami lagi. Nah sekarang diperkecil lagi, tinggal 87 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10).

Pihak kepolisian pada Kamis (8/10) mengamankan 1.192 orang dalam ricuh unjuk tersebut dan 285 orang terindikasi terlibat dalam tindak pidana.

Yusri kemudian menjelaskan dari 87 orang tersebut sebanyak 7 orang yang ditahan karena terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

“Yang sudah ditahan itu baru tujuh, kenapa 80 tidak ditahan? Karena kan pasalnya ada ancaman hukuman, tergantung unsur pasalnya. Kalau yang tujuh ini ancamannya di atas lima tahun jadi ditahan,” tambahnya

Lebih lanjut, dia menjelaskan tujuh orang tersebut terancam dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang perlawanan kepada petugas.

“Pasal 170 [KUHP], dia melakukan pengeroyokan kepada petugas,” kata Yusri.

Yusri mengatakan pihak kepolisian mengamankan sebanyak 1.192 orang dalam kericuhan yang berujung dengan perusakan terhadap fasilitas umum dan fasilitas milik kepolisian seperti pos polisi dan kendaraan dinas.

Sekitar 50 persen dari orang-orang yang diamankan tersebut masih berstatus pelajar di bawah umur.

Pelajar tersebut mengaku mendapat undangan dari media sosial dan dijanjikan akan mendapatkan sejumlah uang.

Pelajar tersebut kemudian dipulangkan tapi dengan syarat harus dijemput oleh orang tuanya dan diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Orang tua pelajar yang datang menjemput juga diimbau untuk mengawasi anak-anaknya dengan lebih baik.

“Kenapa saya butuh orang tuanya? 50 persen dari 1.192 ini adalah anak sekolah STM yang ditanya, ‘kamu tahu tidak, apa itu undang-undang (Ciptaker)? Tidak tahu. Terus kamu ke sini ngapain? Oh saya diundang pak melalui media sosial diajak teman, nanti dapat duit di sana, dapat makan, tiket kereta sudah disiapin truk sudah disiapin, bus sudah disiapin tinggal datang ke sana lempar-lempar saja.'” tambahnya.

Pihak kepolisian juga memberikan edukasi kepada para pelajar yang diamankan untuk tidak ikut-ikutan ajakan yang tidak jelas asal-usulnya dan melawan hukum.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tangani Covid-19, Muhadjir Pinta IDI Kerahkan Semua Dokter
apahabar.com

Nasional

Masuk Kakbah, Jemaah Serukan Nama ‘Jokowi’
apahabar.com

Nasional

Sampah di Kepulauan Seribu Capai 40 Ton per Hari
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 960 Pasien Sembuh
apahabar.com

Nasional

Vokalis ‘PAS Band’ Alami Kecelakaan Mobil di Cianjur
apahabar.com

Nasional

Jokowi Undang Gubernur Isran, Kaltim Fix Jadi Ibu Kota Baru?
apahabar.com

Nasional

Salah Identifikasi Jasad, Pasien Covid-19 Ternyata Masih Hidup
apahabar.com

Nasional

Fakta Baru! Polisi Temukan 113 Video Mesum ‘Vina Garut’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com