Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Jokowi Nyatakan Indonesia Bisa Kendalikan 2 Krisis BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 09:44 WIB

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin

Presiden Bank Dunia David Malpass. Foto-antara

apahabar.com, BERLIN – Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan pandemi Covid-19 dapat memicu krisis utang di beberapa negara.

Karenanya, investor harus siap memberikan beberapa bentuk keringanan yang di antaranya dapat mencakup pembatalan utang.

“Terbukti bahwa beberapa negara tidak dapat membayar kembali utang yang mereka tanggung. Karena itu kita juga harus mengurangi tingkat utang. Ini bisa disebut keringanan atau pembatalan utang,” kata Malpass seperti dikutip dari Antara, Senin (5/10).

Dia menunjuk langkah serupa dalam krisis keuangan sebelumnya seperti di Amerika Latin dan apa yang disebut inisiatif HIPC—negara-negara miskin yang berutang besar—pada 1990-an.

Negara-negara kaya bulan lalu mendukung perpanjangan dari Debt Service Suspension Initiative (DSSI/Inisiatif Penangguhan Layanan UtangDSSI) G20, yang disetujui pada April.

Itu dilakukan untuk membantu negara-negara berkembang bertahan dari pandemi virus corona yang telah menyebabkan 43 dari 73 negara potensial yang memenuhi syarat menangguhkan lima miliar dolar dalam pembayaran utang “sektor resmi”.

Di tengah peringatan pandemi dapat mendorong 100 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem, Malpass memperbarui seruannya agar bank-bank swasta dan dana investasi juga ikut terlibat.

“Para investor ini tidak melakukan cukup banyak dan saya kecewa dengan mereka. Juga, beberapa pemberi pinjaman besar China tidak cukup terlibat. Oleh karena itu, dampak dari langkah-langkah bantuan kurang dari yang seharusnya,” katanya.

Malpass memperingatkan bahwa pandemi dapat memicu krisis utang lain karena beberapa negara berkembang telah memasuki spiral pertumbuhan yang lebih lemah dan masalah keuangan.

“Defisit anggaran yang sangat besar dan pembayaran utang membebani negara-negara tersebut. Apalagi, bank-bank di sana kesulitan karena kredit macet,” tambah Malpass.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Uni Eropa Tinjau Penularan Covid-19 Melalui Udara
apahabar.com

Internasional

Tambah 45.674, Covid-19 di India Capai 8,5 Juta Kasus
apahabar.com

Internasional

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi
WHO

Internasional

Kabar Baik untuk Dunia, WHO Setujui Vaksin China, Barat, dan Rusia
apahabar.com

Internasional

Bendera Byzantium Dikibarkan di Masjid, Turki Berang

Internasional

Tentara Israel Larang Warga Palestina Panen Zaitun, Ini Alasannya
apahabar.com

Internasional

REG-COV2, Obat Eksperimen Covid-19 Dipakai Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Tidak Menyesal, Ini Alasan Brenton Tarrant Tembaki Jamaah di Masjid Selandia Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com