Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin

- Apahabar.com Senin, 5 Oktober 2020 - 09:44 WIB

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin

Presiden Bank Dunia David Malpass. Foto-antara

apahabar.com, BERLIN – Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan pandemi Covid-19 dapat memicu krisis utang di beberapa negara.

Karenanya, investor harus siap memberikan beberapa bentuk keringanan yang di antaranya dapat mencakup pembatalan utang.

“Terbukti bahwa beberapa negara tidak dapat membayar kembali utang yang mereka tanggung. Karena itu kita juga harus mengurangi tingkat utang. Ini bisa disebut keringanan atau pembatalan utang,” kata Malpass seperti dikutip dari Antara, Senin (5/10).

Dia menunjuk langkah serupa dalam krisis keuangan sebelumnya seperti di Amerika Latin dan apa yang disebut inisiatif HIPC—negara-negara miskin yang berutang besar—pada 1990-an.

Negara-negara kaya bulan lalu mendukung perpanjangan dari Debt Service Suspension Initiative (DSSI/Inisiatif Penangguhan Layanan UtangDSSI) G20, yang disetujui pada April.

Itu dilakukan untuk membantu negara-negara berkembang bertahan dari pandemi virus corona yang telah menyebabkan 43 dari 73 negara potensial yang memenuhi syarat menangguhkan lima miliar dolar dalam pembayaran utang “sektor resmi”.

Di tengah peringatan pandemi dapat mendorong 100 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem, Malpass memperbarui seruannya agar bank-bank swasta dan dana investasi juga ikut terlibat.

“Para investor ini tidak melakukan cukup banyak dan saya kecewa dengan mereka. Juga, beberapa pemberi pinjaman besar China tidak cukup terlibat. Oleh karena itu, dampak dari langkah-langkah bantuan kurang dari yang seharusnya,” katanya.

Malpass memperingatkan bahwa pandemi dapat memicu krisis utang lain karena beberapa negara berkembang telah memasuki spiral pertumbuhan yang lebih lemah dan masalah keuangan.

“Defisit anggaran yang sangat besar dan pembayaran utang membebani negara-negara tersebut. Apalagi, bank-bank di sana kesulitan karena kredit macet,” tambah Malpass.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Deteksi Covid pada Kemasan, China Hentikan Impor Makanan Laut dari Rusia
apahabar.com

Internasional

China Bantah Tutupi Informasi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Korsel Sebut Indonesia Mitra Utama Penanggulangan Covid-19
apahabar.com

Internasional

Ketahuan Selingkuh, WAGs Timnas Turki Ini Sewa Pembunuh Bayaran Rp 17M Demi Habisi Nyawa Suami
apahabar.com

Internasional

Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Internasional

Raja Salman Tinggalkan RS, Tidak Ada Kasus Covid-19 Jemaah Haji
apahabar.com

Internasional

Bayi Harimau Sumatra Lahir di Kebun Binatang Polandia
apahabar.com

Internasional

Positif Covid-19, Trump Belum Alihkan Tugas Kepresidenan ke Mike Pence
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com