Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Presiden Jokowi Saksikan Langsung Penanaman Perdana Lokasi Food Estate di Pulang Pisau Kalteng

- Apahabar.com     Kamis, 8 Oktober 2020 - 22:24 WITA

Presiden Jokowi Saksikan Langsung Penanaman Perdana Lokasi Food Estate di Pulang Pisau Kalteng

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi penanaman perdana kawasan food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Foto: Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi penanaman perdana kawasan food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10).

Presiden Jokowi juga menyaksikan langsung penanaman perdana lokasi food estate dengan didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya.

Lokasi penanaman perdana tepatnya berada di REI 19 dan 20 dengan luas lahan 10 hektare milik 5 anggota Kelompok Tani (Poktan) Panca Makmur.

Luas lahan milik seluruh anggota Poktan Panca Makmur sendiri mencapai 80 hektare.

Jenis padi yang ditanam pada penanaman perdana adalah Inpari 43.
Penanaman padi dengan alat tanam rice transplanter dan teknologi pemupukan dengan menggunakan drone.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kunjungan kerja kali ini untuk memastikan dimulainya program food estate, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau.

“Kita ingin memastikan dimulainya food estate, yang semuanya di sini 168.000 hektare akan ditanami padi untuk beras,” ujar Presiden Jokowi.

Pada 2020, di Pulang Pisau akan dikerjakan 10.000 hektare, sedangkan di Kabupaten Kapuas 20.000 hektare, sehingga total di Provinsi Kalimantan Tengah 30.000 hektare.

Penggunaan drone dan traktor apung dinilai cukup efektif, karena bisa mengerjakan kira-kira satu hingga dua hektare, per hari dengan dua kecepatan.

Sebab, untuk mengerjakan dua hamparan yang luas, dibutuhkan mekanisasi alat- alat modern sehingga kecepatan itu betul-betul ada.

Selain itu mengkombinasikan antara sawah (tanaman padi) dan di pinggir tanaman jeruk. Kemudian, bawang merah, kelapa, bahkan nanti hasil yang dihasilkan bukan hanya padi, tetapi juga jeruk, plus bawang merah.

Di setiap irigasi, juga akan membudidayakan ikan di keramba, yang hasilnya akan terlihat dalam 3-4 bulan kedepan.

“Kita harapkan pendapatan petani akan naik, tidak hanya dari padi, tetapi juga dari jeruk, bawang, kelapa, ikan, itik. Ini kombinasi, model-model bisnis seperti ini akan kita coba lebih dulu, nanti kita lihat hasilnya,” kata Kepala Negara.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Tenggak Miras, Dua Remaja di Kapuas Diamankan Satpol PP
apahabar.com

Kalteng

Ketika ‘Kota Cantik’ Diselimuti Kabut Asap, Palangka Raya Perpanjang Status Siaga Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Komisi I DPRD Kapuas Kalteng Akan Perjuangkan Kembali Kantor KPU
Pemprov Kalteng

Kalteng

Diduga Ilegal, Ribuan Kayu Log di Pelabuhan Pahandut Seberang Disegel Pemprov Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Selama Pandemi Covid-19, Produksi Sampah Kapuas 16 Ton per hari
Sadis

Kalteng

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Teweh, Pelaku Mendadak Kesurupan

Kalteng

Polsek Kapuas Timur Edukasi Kepatuhan Prokes Melalui Foto Booth
apahabar.com

Kalteng

Presiden Bantu 2 PCR ke Kalteng, Barut Masih Inden
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com