Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng

Prevalensi Stunting di Kalteng Masih Cukup tinggi.

- Apahabar.com     Kamis, 22 Oktober 2020 - 11:38 WITA

Prevalensi Stunting di Kalteng Masih Cukup tinggi.

Ilustrasi stunting. Foto-Stunting

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah dr Suyuti Syamsul, mengatakan, prevalensi stunting di Bumi Tambun Bungai Kalteng masih terbilang tinggi.

“Ini karena kurangnya penanganan pemerintah kabupaten/kota dalam penanganan gizi spesifik dan gizi sensitif,” kata Suyuti, Kamis (22/10).

Faktor-faktornya adalah kemiskinan, perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian asupan gizi yang belum cukup kepada ibu hamil dan anak balita dan sebagainya.

Faktor lingkungan juga berperan menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori.

Pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak.

Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Hasil survei status gizi balita Indonesia (SSGBI) 2019, di Kalimantan Tengah, ada 5 kabupaten, masuk prevalensi tertinggi stunting, se Kalimantan Tengah.

Kabupaten Kapuas menduduki posisi pertama, sebesar 42,37 persen. Disusul Kotawaringin Timur 39,87 persen. Kemudian Barito Timur 38,53 persen, selanjutnya Seruyan 34,10 persen, terakhir Barito Selatan 33,90 persen.

Sedangkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan Kementerian Kesehatan di Kalimantan Tengah, terhadap prevalensi stunting.

Kabupaten Kotawaringin Timur di urutan pertama sebesar 48,84 persen, Barito Timur 42,05 persen, Kapuas 41,53 persen, Barito Selatan 40,19 persen, dan Gunung Mas 38,21 persen.

Sementara hasil Riskesdas 2013, Kabupaten Barito Timur 54,9 persen, Barito Selatan 46,3 persen, Kapuas 45,2 persen, Gunung Mas 44,4 persen dan Kotawaringin Timur 36,9 persen.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak atau pertumbuhan tubuh dan otak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

Lagi, Satlantas Polres Kapuas Gelar Vaksinasi Drive Thru
apahabar.com

Kalteng

Mabuk, Pria di Kalteng Bunuh Ibu Kandung dan Bakar Rumah
apahabar.com

Kalteng

Dibangun Gotong Royong, Kapolres Kapuas Kalteng Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Bentuk Jaya
apahabar.com

Kalteng

Dini Hari, Api Lumat Satu Rumah di Lungkuh Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Tiga Nelayan KM Berkat Barokah Kobar Masih Belum Ditemukan
Satgas Covid-19 Kapuas

Kalteng

Tim Hukum Satgas Covid-19 Kapuas Jaring Ratusan Pelanggar Prokes
DPRD Kalten

Kalteng

Tak kantongi Izin, Mahasiswa Gagal Orasi di DPRD Kalteng
Komplotan

Kalteng

Kelompok Spesialis Pembobol Ruko di Kapuas Diringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com